Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Petani Solok Terancam Gagal Panen, Pemkab Gelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus

Dila Kartika Sari • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:52 WIB

Pemkab Solok menggelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Jorong Tabekpala, Nagari Talang, Kecamatan Gunungtalang, Selasa (27/1).
Pemkab Solok menggelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Jorong Tabekpala, Nagari Talang, Kecamatan Gunungtalang, Selasa (27/1).
PADEK.JAWAPOS.COM-Serangan hama tikus yang kian meluas di sentra persawahan membuat petani di Kabupaten Solok terancam gagal panen.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok turun langsung ke lapangan melalui Gerakan Pengendalian Hama Tikus yang digelar di Jorong Tabekpala, Nagari Talang, Kecamatan Gunungtalang, Selasa (27/1).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Solok, H Candra dan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra Iskan Nofis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Wali Nagari Talang, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat.

Dalam arahannya, Candra menyampaikan keprihatinan pemerintah daerah atas dampak serangan hama tikus yang mengancam produksi padi petani. Menurutnya, kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab dalam mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan.

”Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami petani. Kita harus mencari solusi jangka panjang agar serangan hama ini tidak terus berulang,” ujar Candra.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan menyiapkan kajian bersama DPRD Kabupaten Solok terkait bantuan benih bagi petani terdampak. Selain itu, ia mendorong penerapan strategi pengendalian hama melalui pola tanam serentak, penggunaan varietas padi yang sama, serta pengelolaan sistem pengairan yang lebih teratur dan terkoordinasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan pertumbuhan populasi hama tikus sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian di daerah itu.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Iskan Nofis, mengatakan gerakan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan petani yang disampaikan melalui rapat kelompok tani bersama PPL Kecamatan Gunungtalang serta hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok.

”Serangan hama tikus belakangan ini sudah sangat mengganggu dan membuat petani khawatir akan gagal panen. Gerakan ini lahir dari aspirasi petani dan koordinasi lintas sektor. Kita ingin memastikan pemerintah hadir sehingga petani tidak sendirian menghadapi persoalan ini,” ujar Iskan.

Dinas Pertanian Kabupaten Solok juga menyampaikan tengah melakukan pemetaan terhadap luas lahan yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan bantuan dan penyusunan strategi pengendalian hama yang lebih tepat sasaran.

Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menekan dampak serangan hama sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Solok. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#petani Solok #pemkab solok #hama tikus #gagal panen