Luapan air sungai menyebabkan genangan di beberapa titik, dengan wilayah yang paling parah terdampak berada di Jorong Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, khususnya di area Batang Imang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok segera mengerahkan tim ke lokasi pada Senin pagi untuk melakukan pemantauan situasi serta membantu penanganan warga yang terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengatakan tim langsung melakukan penilaian kondisi lapangan setelah menerima laporan terkait banjir yang dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
“Kami telah melakukan assessment dan membantu proses evakuasi warga terdampak pada Senin subuh,” ujar Khairul.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Solok, sedikitnya 21 unit rumah warga mengalami genangan air akibat meluapnya sungai yang berada di sekitar kawasan permukiman tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi memicu banjir susulan.
Pengawasan tersebut difokuskan pada perubahan debit air sungai, terutama apabila curah hujan di wilayah hulu masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
“Kami berharap kondisi hujan di kawasan hulu segera mereda untuk mencegah risiko banjir berulang,” kata Khairul.
Selain melakukan penanganan darurat di lapangan, BPBD Kabupaten Solok juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi selama periode curah hujan tinggi.
Warga diminta untuk memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan kondisi debit air sungai yang berada di sekitar kawasan tempat tinggal mereka.
BPBD juga menyarankan masyarakat untuk mengamankan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman guna mengurangi risiko kerugian apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Langkah mitigasi lainnya yang disarankan adalah memastikan saluran drainase di lingkungan permukiman tetap bersih agar aliran air tidak terhambat oleh sampah atau material lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai ketika hujan deras terjadi karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun bahaya lainnya.
Apabila warga melihat adanya peningkatan debit air atau tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bahaya, masyarakat diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah nagari atau petugas BPBD.
“Jika kondisi air terus melonjak, warga diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menjaga keselamatan jiwa,” tutup Khairul.
BPBD Kabupaten Solok menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi banjir guna memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.(*)
Editor : Hendra Efison