“Ada 14 kios yang ludes jadi abu, hingga siang ini (kemarin, red) belum diketahui penyebab kebakaran itu,” kata Camat Sungaipagu, Darmansyah. Dari 20 kios, 14 kios yang terbakar itu tidak bisa digunakan lagi, karena tidak ada yang tersisa.
Ia menambahkan, pemilik kios yang terbakar itu Abang ADZ pedagang harian P&D. Kemudian kios Joni Wardi Dt. Rajo Penghulu dan satu kios ikan kering milik Upik Cangkuak.
Kemudian satu unit kios yang menjual emas Andi/Warnis, satu kios khusus menjual plastik milik Maidar. Selanjutnya kios ikan kering milik Ican dan satu unit kios yang menjual emas milik Uniang Widuri.
“Enam unit kios kosong lainnya yang terbakar masing-masing milik Anwar, Raymond, Salman Yatim, Alang/Wamalis, Albert Arifin, dan Murliana,” tuturnya.
Pascakebakaran itu, Bupati Khairunas dan Wakil Bupati Yulian Efi beserta rombongan langsung meninjau kondisi Pasar Muaralabuh.
Bupati menyebut, pemerintah daerah turut berduka cita atas musibah kebakaran itu dan akan membantu korban kebakaran sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.
“Kita berharap dinas terkait bisa menyelesaikan masalah pasar ini. Disamping bantuan kepada korban kebakaran, juga masalah air, kebersihan dan kelengkapan infratruktur pasar,” ujar bupati.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Solok Selatan, Arnonsyah menjelaskan, dari 20 unit kios, terdapat 14 petak kios yang hangus terbakar. Api membara dari pukul 03.30 itu mampu dipadamkan dua jam setelah kejadian yakni pukul 05.30.
“Kita menerjunkan 18 personel ke lapangan untuk memadamkan api. Dalam dua minggu ini, sudah dua kali peristiwa kebakaran yang terjadi di Muaralabuh,” tuturnya.
Saat ini puhaknya belum bisa mengetahui penyebab kebakaran. Sebab saat kejadian berlangsung tidak diketahui asal api dari mana. “Hingga kini polisi juga melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran itu. Meski sudah menurunkan mobil,” pungkasnya. (tno) Editor : Novitri Selvia