Hal itu setelah Gubernur Sumbar Mahyeldi menerima keluhan warga terkait kerusakan jaringan irigasi itu. Gubernur juga akan segera turunkan tim untuk tindak lanjut berikutnya.
“Saya akan tugaskan Dinas PSDA untuk melakukan pengecekan agar kita bisa rencanakan seperti apa tindak lanjutnya,” ujar Gubernur Mahyeldi setelah menerima laporan masyarakat saat peresmian Program Wash Sirukam di Kabupaten Solok, Sabtu (21/1).
Gubernur menyampaikan, Pemprov Sumbar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sangat serius terhadap masalah irigasi, hal tersebut dapat terlihat dari data capaian kinerja sepanjang tahun 2022.
Seperti telah terbangunnya rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 10.239,55 m, pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 833.801,50 m, normalisasi sungai sepanjang 6.400 m, pengamanan tebing sungai sepanjang 2.536,20 m dan pengamanan pantai sepanjang 380 m.
“Pemprov Sumbar memiliki komitmen kuat terkait hal ini, apalagi itu menyangkut pertanian, itu adalah progul kita,” tegas Mahyeldi.
Sebelumnya, Wali Nagari Sirukam, Romi Febriandi menerangkan, tahun 2018 silam pernah terjadi longsor di Nagari Sirukam, hingga mengakibatkan patahnya saluran irigasi Banda Laweh Nagari Sirukam, akibatnya ada 800 hektare lahan persawahan yang tidak teraliri.
Nagari Sirukam terdiri dari empat jorong dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 6000 jiwa, yang mana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
“Harapan kami, pemerintah provinsi dapat membantu perbaikan saluran irigasi ini, agar kami tidak kesulitan lagi mengaliri lahan,” harapnya. (cr4) Editor : Novitri Selvia