“Kita lihat sewaktu Nabi Muhamad berdagang sewaktu beliau masih hidup, yaitu mengedepankan jiwa kejujuran serta jiwa berkolaborasi, sehingga dipercayai oleh pembeli atau masyarakatnya," ungkap Co-Founder IMA, Hermawan Kartajaya, dalam penyampaian presentasi di bidang pemasaran, pada studium generale di UPI Lubeg, Jumat (19/5).
Dalam islam sudah diajarkan sifat kejujuran serta ditel cara-cara kehidupan yang lengkap dalam Al Quran, sehingga masyarakat bisa menerapkannya dengan baik, termasuk di dunia marketing.
Sokoguru Marketing Indonesia tersebut menuturkan bahwa ia mempelajari islam dengan baik dan lengkap dari luar bahwa kejujuran dan berkolaborasi itu sangat baik dan bermanfaat bagi banyak orang.
“Hidup itu harus seimbang, harus adil dan harus bermanfaat bagi orang lain. Seorang leader harus mampu mengarahkan kebijakan wilayahnya. Dia harus kreatif dan juga produktif atas semua program-programnya serta memiliki kejujuran, adil dan memiliki program yang bermanfaat bagi masyarakatnya,” tambah Hermawan Kartajaya.
Hadir pada kuliah umum dalam rangkaian Rakernas IMA 2023 itu, Wagub Audy Joinaldy, President IMA Suparno Djasmin, serta beberapa kepala daerah, anggota IMA se-Indonesia, mahasiswa dan media.
10 Tips Bagi Pemimpin Daerah
Dari berbagai sambutan serta presentasi dari narasumber dalam acara studium generale tersebut, ada 10 rekomendasi yang dapat disimak oleh calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah yang sedang lagi bertugas, dalam memasarkan daerah mereka, yaitu:
1. Punya jiwa kejujuran dan dedikasi untuk membangun masyarakat secara ikhlas dalam jangka panjang.
2. Selalu mengup-date pengetahuan dengan kondisi kekinian, sehingga melahirkan strategi dan program yang benar-benar tepat dan dibutuhkan masyarakat.
3. Menentukan program prioritas yang memiliki dampak luas kepada masyarakat.
4. Menjalankan program tersebut sesuai dengan tingkat kebutuhan serta waktu yang sudah ditentukan.
5. Mengukur keberhasilan program dengan indikator yang jelas serta memperbaikinya dengan mempertimbangkan masukan dari pihak yang berkompeten.
6. Memiliki jiwa kolaborasi yang positif agar bisa bersinergi dan mampu menyatukan berbagai bidang, seperti dinas dan instansi lain dalam mengembangkan program yang prioritas.
7. Berjiwa pantang menyerah untuk setiap program yang dijalankan sampai menghasilkan dampak yang signifikan bagi pemangku kepentingan.
8. Mensosialisasikan program dengan menggunakan berbagai channel komunikasi, seperti social media, sehingga informasinya dapat cepat tersebarluas dengan baik serta dimengerti masyarakat.
9. Mengembangkan program yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti mengembangkan pasar yang sehat sebagai tempat bertemunya supply dan demand serta menggerakkan UMKM, di samping aktivitas komunitas di berbagai bidang
10. Selalu gencar untuk memasarkan berbagai program dalam investasi daerah ataupun wisata kepada para calon investor maupun wisatawan.
“Ilmu pengetahuan, harus senantiasa diperbarui agar relevan dengan kebutuhan zaman. Kita harus mengadaptasikan ilmu dan pola pikir kita agar bisa tetap relevan dan menjadi kreatif dan inovatif, sehingga bisa memenangkan persaingan di pasar,” tutup President IMA Suparno Djasmin.(*) Editor : Hendra Efison