Ketua Pelaksana Muhammad Dzaki Syarif menyebutkan, ini rangkaian dalam penyelesaian mata kuliah Branding angkatan 2021. Adapun tema yang diusung yaitu “PRANCAK”.
Prancak berasal dari bahasa Minang ‘parancak’ yang berarti memperbagus. Branding sebagai proses berkelanjutan, harus dapat fleksibel dengan perkembangan zaman.
"Ada kalanya suatu brand beranjak kuno, maka tugas kita sebagai seorang desainer untuk memecahkan masalah dan melakukan pembaharuan agar brand tersebut menjadi tambah rancak," kata Muhammad Dzaki Syarif.
Sementara itu, Kepala Departemen Seni Rupa FBS UNP Eliya Pebriyeni, S.Pd., M.Sn atau akrab disapa Bu Yeni menyampaikan apresiasi pada pelaksanaan pameran.
Dia berharap mahasiswa dapat terus berkarya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri. Hal ini dapat dilihat dari proses rancangan branding yang langsung berinteraksi dengan brand owner. Luaran rancangan sudah dalam bentuk mockup dengan tampilan yang menarik dan menyesuaikan dengan karakter brand.
Pameran ‘Prancak’ diselenggarakan pada Kamis dan Jumat, 15 dan 16 Juni 2023. Pembukaan berjalan lancar dan diikuti oleh mahasiswa dan dosen di departemen seni rupa.
Karya rancangan dikemas dengan tampilan yang komunikatif dan informatif. Adapun aktivasi pada pameran ini yaitu, ekspos karya, interaksi desainer muda dan talkshow branding.
Brand Talk atau talkshow branding pada hari Kamis siang diisi dua narasumber, yakni Aditya Hanum Widarsa, S.Ds., M.Sn yang merupakan dosen identitas visual DKV UNP, dan Dr. Haris Satria, M.Sn, praktisi branding dan dosen pengampu mata kuliah branding DKV UNP.
"Branding is a continuous process, membuat yang tidak terlihat menjadi tampak dan diperhitungkan (Satria, Haris 2013)," kata Haris.(rel) Editor : Admin Padek