Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komitmen Membangun Tanpa Merusak, Masyarakat Dukung Penuh Kerja Tol

Novitri Selvia • Selasa, 17 Oktober 2023 | 10:56 WIB
PEMBENAHAN: Pekerja HKI ketika melakukan pengaspalan Jalan Raya Padang-Bukittinggi di Simpang Tugu Cokelat Paritmalintang yang mengalami kerusakan.(IST)
PEMBENAHAN: Pekerja HKI ketika melakukan pengaspalan Jalan Raya Padang-Bukittinggi di Simpang Tugu Cokelat Paritmalintang yang mengalami kerusakan.(IST)
Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Sesi I Padang-Sicincin, tentunya berdampak pada sejumlah infrastruktur. Yang paling jelas yaitu pada jalan yang dilalui truk pengangkut material tol. Lantaran muatan truk yang berat, jalan pun mengalami kerusakan.

Namun, kondisi itu tidak pernah dibiarkan begitu saja oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku pelaksana pembangunan tol di Padangpariaman sekarang ini. Pasalnya, setiap infrastruktur publik yang terdampak pembangunan jalan bebas hambatan tersebut, dipastikan dibenahi kembali.

Pembuktian pertanya yaitu di Simpang Tanjuang, Kecamatan Batanganai. Jalan kabupaten yang mengalami kerusakan di sana cukup panjang. Namun, masyarakat tak pernah protes. Sebab, sebelum pembangunan dilaksanakan di situ, sudah dipastikan bakal dilakukan pembenahan infrastruktur terdampak nantinya.

Benar saja, setelah Pembangunan tol di kawasan Simpang Tanjuang kala itu, seluruh jalan yang terdampak diaspal rapi. Bahkan lebih mulus dari kondisi sebelumnya. Masyarakat pun sangat mengapresiasi sistem kerja yang diterapkan HKI tersebut.

Kondisi serupa juga dilakukan di awal pengerjaan tol di Paritmalintang. Jalan menuju kantor Bupati Padangpariaman menjadi akses satu-satunya yang dapat digunakan. Sehingga, jalan ini mengalami kerusakan parah.

Namun, tidak sedikitpun menuai protes dari masyarakat. Sekarang, jalan itu sudah dibenahi Kembali oleh HKI. Kondisinya juga lebih bagus dari sebelumnya. Dan baru-baru ini, HKI bahkan membenahi jalan nasional yang terdampak.

Yakni Jalan Padang-Bukittinggi dekat Tugu Cokelat di Nagari Paritmalintang. Meskipun kerusakan jalan hanya terjadi pada sisi simpang masuk ke Tugu Cokelat, HKI tetap membenahinya Kembali.

“Ini komitmen kita. Segala yang terdampak akan kita benahi Kembali. Sebab, membangun ini meninggalkan hasil yang baik, bukan meninggalkan kerusakan,” ujar Petugas Pembebasan Lahan dan Hubungan Masyarakat PT HKI, Andi Prahmana, kemarin.

Ia menjelaskan, tindakan itu mungkin tampak sepele, tetapi menyisakan kesan berarti bagi masyarakat. Dengan begitu, pengerjaan yang dilakukan berikutnya selalu mendapatkan dukungnya atau terhindar dari gangguan.

“Kelancaran pekerjaan tol ini, tentunya tidak dapat dipisahkan dari dukungan penuh Masyarakat. Maka dari itu, kita juga selalu membuka diri saat masyarakat menyampaikan aspirasi. Misalnya soal lahan (sawah) mereka atau infrastuktur yang terdampak,” tukas Andi.

Salah seorang warga di Paritmalintang, Firman, sangat mengapresiasi cara kerja HKI dalam membangun. Menurutnya, pelaksana proyek memang mesti memperhatikan lingkungan kerja mereka. Terlebih yang terdampak langsung. “Sejauh ini kita melihat HKI bekerja dengan baik,” ucapnya.

Ia bahkan menilai bahwa pembenahan jalan terdampak proyek yang dilakukan HKI, kualitasnya lebih bagus dibandingkan kondisi sebelumnya. “Contohnya saja jalan ke kantor bupati yang sekarang. Sangat nyaman kita melintas karena mulus semua aspalnya,” tukasnya.

Progres dan Hambatan

Terus mengalirnya dukungan dari masyarakat terhadap pengerjaan tol, membuat pembangunan tol lancar. Sebab, pengerjaan tidak saja dapat dilaksanakan secara maksimal di siang hari, tetapi juga malam harinya.

Sehingga, pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Sesi I terus mengalami progres signifikan. “Hingga 13 Oktober 2023, progres Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Sesi I sudah mencapai 27,01 persen,” ungkap Andi kepada Padang Ekspres.

Ia optimis, progres pengerjaan akan terus signifikan ke depannya. Sehingga, target yang ditetapkan dapat tercapai. “Ya, kita tentu bekerja sesuai dengan target yang ditetapkan dalam kontrak. Insya Allah tercapai dengan waktu yang tersisa,” jelasnya.

Kendati begitu, ia tidak dapat memungkiri bahwa masih terdapat lahan-lahan yang belum rampung. Hal itu secara otomatis menjadi kendala dalam kelancaran Pembangunan tol tersebut. Sekarang, pihaknya mencatat sebanyak 3 titik lahan yang masih dalam kendala.

Ketiga titik lahan tersebut menjadi hambatan karena belum bebas menerus. Yakni di STA 30+600-33+100 yang merupakan lokasi timbunan, lalu STA 33+100-34+500 sebagai lokasi galian dan proses pembersihan tempat kerja, dan STA 34+500-34+800 yang merupakan lokasi timbunan.

“Sekarang semua dalam proses. Semoga sudah bebas dalam waktu dekat. Sehingga seluruh titik pekerjaan berjalan lancer,” tukas Andi. (apg) Editor : Novitri Selvia
#Sesi I Padang-Sicincin #Tol Padang - Pekanbaru #Andi Prahmana #hki #PT hki