Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Update Gunung Marapi: Hari Ini Dua Kali Erupsi, Status Masih Waspada

Admin Padek • Selasa, 5 Desember 2023 | 17:53 WIB
Tim SAR melakukan evaluasi korban erupsi Gunung Marapi. (Foto: IG SAR Padang)
Tim SAR melakukan evaluasi korban erupsi Gunung Marapi. (Foto: IG SAR Padang)


PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanahdatar, Sumatera Barat terpantau masih erupsi sebanyak dua kali pada Selasa pagi (5/12/2023).

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, erupsi terjadi pukul 06:14 WIB dan pukul 06:24 WIB.

Saat erupsi pertama pukul 06:14 WIB, menurut Ahmad Rifandi dari PVMBG, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Begitu juga saat erupsi kedua.

Kolom letusan atau awan erupsi adalah awan abu, tefra dan gas vulkanik yang terbentuk naik selama letusan gunung berapi yang eksplosif. Lebih tinggi di atmosfer, kolom biasanya menyebar secara lateral menjadi gumpalan atau awan payung.

Namun, erupsi pukul 06:14 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20.7 mm dan durasi 53 detik. Sedangkan pada pukul 06:24 terekam erupsi di seismograf dengan amplitudo maksimum 25.1 mm dan durasi 80 detik.

Menyikapi kondisi itu, PVMBG masih tetap memberlakukan status level II (Waspada). Artinya, masyarakat di sekitar Gunung Api Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius 3 km dari kawah/puncak.

Sebelumnya, berdasarkan laporan per 24 jam PVMBG, Senin (4/12/2023) disebutkan secara klimatologi, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur, tenggara dan barat daya. Suhu udara sekitar 23.1-26.6°C dan kelembaban 64.3-84.2%.

Sedangkan pengamatan visual kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal tinggi sekitar 400-800 meter dari puncak.

Selain itu, pengamatan kegempaan terekam 10 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 3.7-30.3 mm, dan lama gempa 28-72 detik. Kemudian, terekam 50 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.3-18.9 mm, dan lama gempa 21-76 detik serta 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-2 mm, dominan 1 mm.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Minggu (3/12/2023), Gunung Marapi meletus dengan kolom abu teramati membubung setinggi 3.000 meter sekitar pukul 14.54 WIB.

Menurut hasil perekaman seismogram PVMBG, erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik. Letusan menyebabkan hujan abu vulkanik terutama di beberapa kecamatan, termasuk Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, Malalak, Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan, dan Kamang Magek.

Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI segera membagikan masker kepada masyarakat. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah dulu mengingat intensitas hujan abu vulkanik yang tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan.

"Masyarakat sudah dibagi masker dan diingatkan agar tetap di dalam rumah,” kata Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam, Ade Setiawan.

Pada Senin (4/12/2023) pagi, Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengungkapkan ada sekitar 75 survivor atau pendaki yang terdaftar melakukan pendakian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 pendaki sudah berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan.

Sebagian korban selamat sudah pulang dan sebagian lagi masih berada di dua rumah sakit, yaitu di RS Padangpanjang dan RS Bukittinggi. Sedangkan sebanyak 11 orang pendaki dilaporkan meninggal dunia.(esg/rid/ptr)

Editor : Admin Padek
#Evaluasi Korban Marapi #Berita Sumbar Terbaru #SAR Padang #erupsi marapi #aktivitas vulkanik #gunung marapi #gunung marapi meletus #Evakuasi Korban Marapi Status Waspada #marapi #Update Terbaru Marapi