Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Darurat Sampah di Kota Adipura Payakumbuh, Dikhawatirkan Memicu Penyakit

Admin Padek • Selasa, 2 Januari 2024 | 12:34 WIB
Tumpukan sampah di salah satu kawasan di Kota Payakumbuh. (Foto: Arfidel/Padek)
Tumpukan sampah di salah satu kawasan di Kota Payakumbuh. (Foto: Arfidel/Padek)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pasca longsor dan tidak beroperasinya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Regional Sumatera Barat, Kota Payakumbuh kini darurat sampah. Sampah menumpuk di sejumlah titik dan mengeluarkan bau tidak sedap di kota peraih Adipura ini.

Salah seorang warga Kota Payakumbuh, Nanda, mengungkapkan bahwa persoalan sampah tidak bisa terkelola dengan baik. Pengambilan sampah tidak lagi rutin dilakukan setiap harinya.

"Mau bagaimana lagi, persoalan sampah tidak bisa terkelola dengan baik. Pengambilan sampah tidak lagi rutin dilakukan setiap harinya. Tentu saja sampah yang berasal dari rumah tangga ini mengeluarkan bau tidak sedap," ungkap Nanda.

Diakuinya memang persoalan sampah ini harus diatasi bersama dengan berbagai unsur di masyarakat. Masyarakat mesti diedukasi dengan komprehensif dalam mengelola sampah sehingga bisa mengurangi pembuangan ke TPA.

"Tapi yang lebih utama lagi, tentu peran dari pemerintah dengan kebijakan yang dimilikinya sehingga tidak lagi menumpuk di berbagai lokasi. Jika terus begini, dikhawatirkan bisa menimbulkan penyakit," tukas Nanda.

Persoalan tersebut telah jadi perhatian utama Pemko Payakumbuh. Bahkan telah dilakukan pembahasan oleh Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman bersama sejumlah OPD serta pemerintah daerah tetangga.

Jasman mengatakan, Pemko Payakumbuh sudah berupaya untuk menumpang buang sampah ke Kota Sawahlunto. Namun karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kemudian juga diupayakan menumpang ke Kota Padang. "Semoga Kota Padang bersedia," harap Jasman.

Lebih lanjut disampaikan Jasman, sehari rata-rata produksi sampah di Kota Payakumbuh mencapai 80 hingga 85 ton. Sejak 20 Desember 2023 pasca TPA longsor, pernah dua hari sampah menumpuk dan sangat mengganggu.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi telah rapat dengan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, dan Kota Bukittinggi. Rapat digelar di Kota Bukittinggi.

Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Datuak Parmato Alam, mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemko Payakumbuh untuk mengatasi persoalan sampah dalam jangka pendek.

"Namun keterbatasan sarana prasarana sulit menghindari risiko sampah menumpuk. Kita berharap agar masyarakat di kelurahan terus diedukasi dan ditegaskan agar mengelola sampahnya dengan bijak," sebut YB Datuak Parmato Alam.

Anggota DPRD Kota Payakumbuh lainnya, Yanuar Gazali, mengingatkan pentingnya Pemko Payakumbuh mengambil langkah taktis atau lebih cepat agar penyakit akibat sampah tidak menjangkiti warga.

"Sepanjang jalan Kota Payakumbuh saat ini, sudah bau busuk. Ini harus diatasi segera," tegas politisi PDIP ini.(fdl) Editor : Admin Padek
#Kota Adipura Payakumbuh #Payakumbuh Darurat Sampah #payakumbuh #longsor tumpang buang sampah #darurat sampah #TPA regional Sumatera Barat