PADEK.JAWAPOS.COM—Saputra Global Harvest (SGH) mempercayakan kepada PT Kunango Jantan Group untuk memproduksi mesin pupuk batu bara. Untuk percepatannya dilakukan pelatihan dan pembuatan mesin pupuk batu bara.
"Hari ini kita melaksanakan coal fertilizer transfer technology. Transformasi teknologi pupuk batu bara. Pelatihan dan pembuatan mesin pupuk batu bara tahap pertama ini diikuti 10 teknisi dari Nigeria dan 30 engineer lokal. Pelatihan dilaksanakan oleh Saputra Academy Program (SAP) selama 3-4 bulan ke depan,’’ ungkap R Umar Hasan Saputra, peneliti/pendiri PT SGH, pada acara pembukaan pelatihan di Hotel Pangerans Beach Padang, Selasa (23/4/2024).
Pembukaan pelatihan yang dimulai sejak pagi itu berupa classroom workshop dengan materi State of the Art Coal Based Fertilizer Technology, dan Fundamental Machine Coal Based Fertilizer (CBF). Dan nantinya dilanjutkan dengan pelatihan kerja (on job training) bertempat di PT Kunango Jantan Group.
Hadir Dubes RI untuk Nigeria Dr H Usra Hendra Harahap, Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan Direktur Utama PT Kunango Jantan Group H Asril SH.
Saputra menyebut kerja sama segitiga berskala internasional ini yakni antara Saputra Global Harvest, NASENI Nigeria, dan PT Kunango Jantan. ‘’Sumbar saya pilih sebagai pusat pembuatan mesin pupuk batu bara merupakan bagian dari kehendak Yangmaha Kuasa. Alasannya kenapa di Sumbar saya juga tidak tahu, yang jelas saya ingin bekerja sama dengan Pak Asril di Kunango Jantan,’’ ujar penemu Pupuk Batu Bara yang telah dipatenkan namanya dengan ‘Futura’ untuk dalam negeri, dan di luar negeri dengan merek dagang ‘Glogens Carbontilizer’.
Melalui perusahaannya PT Saputra Global Harvest dan PT Bursatani Global Niaga, Saputra terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pupuk batu bara ke seluruh dunia.
‘’Saya ingin melakukan transfer teknologi ini ke seluruh dunia. Kami menjual pupuk batu bara ini hanya sementara. Saya ingin secepatnya tanah pertanian yang rusak di dunia ini bisa segera diperbaiki. Satu-satunya cara adalah dengan cepat membangun pabrik-pabrik pupuk batu bara. Untuk membuat pabrik itu ada teknologinya, dan kita harus mengajari mereka. Jadi ini gelombang pertama transfer teknologi tersebut. Setelah ini akan terus dilakukan training di berbagai negara yang ingin membangun pabrik pupuk batu bara,” ujar Saputra.
Pupuk batu bara, kata Saputra, berbasis pada tanaman, memiliki kandungan unsur hara yang sangat lengkap, lebih kurang 26 elemen, yang memang dibutuhkan tanaman. Futura mengembalikan kesuburan tanah, dapat dibuat dalam waktu cepat, masif dan harganya terjangkau. Futura digunakan untuk komoditas padi, jagung, sayuran, sawit dan tanaman lainnya.
Saat ini sudah ada tiga pabrik pupuk batu bara yakni di Sukabumi Jawa Barat, Klaten Jawa Tengah, dan Kampar Riau yang mengkover area penjualan Futura di Riau, Kepri, Sumbar, Sumut dan Jambi. Total produksi ketiga pabrik itu lebih kurang 20 Ton/Jam. (hsn)
Editor : Hendra Efison