Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perbaikan Internal PWI Mendesak bagi Widya Navies

Novitri Selvia • Jumat, 24 Mei 2024 | 14:13 WIB

DAPAT AMANAH: Widya Navies ketua PWI Sumbar terpilih periode 2024-2029 (kanan) bersama Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumbar.(DOKUMENTASI PANITIA KLB PWI SUMBAR)
DAPAT AMANAH: Widya Navies ketua PWI Sumbar terpilih periode 2024-2029 (kanan) bersama Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumbar.(DOKUMENTASI PANITIA KLB PWI SUMBAR)
Perbaikan di internal menjadi hal mendesak yang akan dilakukan Widya Navies terhadap Persatuan Wartan Indonesia (PWI) Sumbar dalam masa kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan. Dia pun menyarankan seluruh anggota PWI Sumbar untuk memiliki sertifikat Uji Kompentisi Wartawan (UKW).

Hal tersebut diungkapkannya kepada Padang Eskpres kemarin. Sebelumnya, Widya Navies terpilih menjadi Ketua PWI Sumbar periode 2024-2029 setelah meraih suara terbanyak dalam Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sumbar, Rabu (22/5) lalu.

Dia menang telak dengan perolehan suara 174 atas Adrian Tuswandi yang meraih 5 suara, Almudazir 3 suara, dan Heranof Firdaus 102 suara. “Yang mendesak kita lakukan yaitu di internal dulu. Hal itu karena adanya aturan-aturan baru di PWI,” ujarnya.

Sosialisasi terhadap anggota PWI di Sumbar, sambungnya, akan segera diadakan guna mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan terkait aturan baru di PWI. “Kita segera adakan sosialisasi agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan anggota PWI didalam mengambil kebijakan di daerah karena aturan terbaru ini,” ungkapnya.

Kemudian terkait kebijakan baru, pihaknya menyarankan wartawan atau seluruh anggota PWI sudah Uji Kompentisi Wartawan (UKW). Hal itu karena UKW sudah menjadi tuntutan.

“Saat ini UKW tidak hanya kebutuhan kita di wartawan, tapi sudah menjadi tuntutan. Karena kita lihat di kabupaten atau kota, Ketua PWI-nya diwajibkan berstatus Madya. Jika tidak maka statusnya tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Sebenarnya, terang Widya Navies, UKW itu sangat penting dalam profesi sebagai wartawan. Karena meningkatkan kempuan diri sebagai wartawan. “Karena itu teman-teman ini perlu diadakan pembinaan melalui UKW sehingga untuk pembekalan mereka semakin berkompeten di propesi wartawan,” pungkasnya.

Dalam KLB tersebut juga dipilih ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumbar. Zul Effendi lah yang pada akhirnya terpilih, yang dengan jumlah suara 174. Sedangkan pesaingnya Eko Yanche Edrie memperoleh 110 suara.

Ajang pemilihan pimpinan PWI Sumbar ini berlangsung dengan tertib, aman dan tertib. Serta lebih mengutamakan azas demokrasi yang juga dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Dalam kegiatan itu Mahyeldi Ansharullah menyebut, profesi wartawan sebagai salah satu tonggak penjaga kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Sehingga pemerintah juga akan senantiasa mendukung pers dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Oleh karena itu, sambungnya, Pemprov Sumbar terus berkomitmen untuk mendukung segala aktivitas jurnalistik yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan undang-undang yang berlaku. Sebab, dukungan itu sama halnya dengan mendukung terus terlaksananya kehidupan berdemokrasi di Sumbar.

“Kami berharap, agar PWI terus menjadi contoh organisasi yang solid dan kompak. Tidak ada perpecahan bagaimana pun keadaannya. Kita perlu memberikan contoh kepada generasi penerus kita, bahwa dalam melaksanakan organisasi dan dalam berkegiatan di tengah masyarakat, kekompakan dan solidaritas adalah hal yang sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam bernegara,” ujarnya. (cr2)

Editor : Novitri Selvia
#Zul Effendi #PWI Sumbar #Widya Navies #klb