Acara ini dihadiri utusan dari 11 kecamatan serta peserta dari berbagai BUMN dan BUMD di Kota Padang.
Para peserta pawai menampilkan berbagai kreasi dengan atribut yang menggambarkan simbol perjuangan, seni budaya, dan potensi daerah, dalam arak-arakan yang meriah.
Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar, menjelaskan bahwa Pawai Telong-telong merupakan tradisi yang rutin digelar Pemerintah Kota Padang dalam perayaan Hari Jadi Kota Padang setiap 7 Agustus.
"Kegiatan ini dilakukan setiap 6 Agustus malam untuk mengingat kembali sejarah keberhasilan masyarakat Kota Padang dalam menduduki loji Belanda di Muaro Padang 355 tahun lalu," ungkap Andree Algamar.
Sementara itu, pada sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang di Aula Gedung DPRD Rabu (7/8/2024), Andree menekankan pentingnya mrnjadikan momen Hari Jadi Kota Padang ke-355 sebagai ajang refleksi dan evaluasi untuk meningkatkan pembangunan kota.
“Mari kita jadikan momentum HJK Kota Padang ini untuk merefleksikan pembangunan yang telah dilaksanakan, memperbaiki kekurangan, dan melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan,” tambahnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto