Pertemuan yang berlangsung di kantor Wali Kota Sawahlunto ini membahas sejumlah inisiatif penting terkait pengawasan keamanan pangan, kosmetik, serta obat bahan alam di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah peningkatan pendampingan kepada pelaku UMK yang bergerak di sektor pangan olahan, kosmetik, serta obat bahan alam.
Pendampingan ini bertujuan membantu UMK lokal meningkatkan standar kualitas dan keamanan produk mereka.
Dengan dukungan dari Loka POM, para pelaku usaha kecil di Sawahlunto diharapkan dapat meningkatkan mutu produksi sesuai dengan regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Loka POM Dharmasraya akan memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada UMK, mencakup aspek-aspek penting seperti pemenuhan standar keamanan pangan, pendaftaran produk, serta cara produksi yang baik.
Dengan demikian, produk UMK di Sawahlunto dapat bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus menjamin keamanan konsumen.
Selain pemberdayaan UMK, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik untuk mendukung kegiatan pengawasan obat dan makanan.
Dalam hal ini, Fauzan Hasan dan Kepala Loka POM Dharmasraya sepakat bahwa DAK Non Fisik harus dikelola secara optimal untuk memastikan efektivitas pengawasan di lapangan.
DAK Non Fisik ini berperan penting dalam pendanaan program-program pengawasan, mulai dari inspeksi rutin ke fasilitas produksi dan distribusi hingga edukasi masyarakat terkait bahaya produk ilegal atau tidak layak konsumsi.
Dengan pengelolaan yang tepat, pemerintah daerah dan Loka POM berharap dapat menekan peredaran produk yang tidak memenuhi standar, baik di pasar tradisional maupun modern.
Sinergi Pemda dan Loka POM
Kerja sama antara Pemko Sawahlunto dan Loka POM Dharmasraya ini menjadi salah satu langkah strategis meningkatkan perlindungan konsumen dan memberdayakan pelaku UMK.
Kolaborasi ini akan memperkuat sistem pengawasan di wilayah Sawahlunto, baik dari segi pengawasan produk pangan, obat, maupun kosmetik.
Pengawasan yang lebih ketat akan membantu mencegah beredarnya produk ilegal yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Pemko Sawahlunto juga berharap melalui kerja sama ini, para pelaku UMK bisa semakin mandiri dan berdaya saing.
Dengan produk yang lebih aman dan berkualitas, UMK lokal diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional.
Kolaborasi antara Loka POM Dharmasraya dan Pemkot Sawahlunto ini dipandang sebagai salah satu terobosan penting dalam upaya peningkatan pengawasan obat dan makanan, serta pemberdayaan UMK berbasis pangan olahan dan obat bahan alam.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dalam berbagai aspek, termasuk edukasi masyarakat, pendampingan teknis kepada UMK, serta peningkatan pengawasan di lapangan.
Dengan adanya sinergi ini, Pemko Sawahlunto optimistis akan tercipta ekosistem industri pangan dan obat-obatan yang lebih aman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi, sekaligus melindungi masyarakat dari produk-produk yang tidak layak konsumsi.(*)
Editor : Heri Sugiarto