Kepala BMKG Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurnia kepada Padang Ekspres, Senin (2/12) mengatakan, kondisi cuaca untuk wilayah Sumbar di penghujung tahun, khususnya di Nataru memang berpotensi terjadinya cuaca ekstrem.
“Sampai penghujung tahun atau akhir tahun ini kan memang ada pada potensi terjadinya cuaca buruk. Penyebabnya memang faktor global dan faktor regional yang sangat mendukung. Faktor global itu seperti adanya La Nina lemah, kemudian juga ada IOD yang sedang aktif. Ditambah lagi mungkin nanti ada faktor regional seperti MGO ataupun konvergensi,” katanya.
Ia menambahkan, hal itu diperkuat dikarenakan November dan Desember merupakan puncak musim hujan untuk kawasan Sumatera dan Jawa. Kondisi inilah yang Desrindra harapkan menjadi perhatian bagi masyarakat terkhususnya yang berkegiatan atau berlibur di momen Nataru.
“Jadi memang hingga Nataru kami menghinformasikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan sebagainya. Apalagi pada Desember hingga Nataru masyarakat banyak menyelengarakan iven atau berwisata sehingga kondisi cuaca harus menjadi lebih diperhatikan oleh masyarkaat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang melakukan kegiatan aktivitas wisata di wilayah ketinggian dan sekitaran sungai untuk lebih berhati-hati.
“Apakah itu di daerah dataran tinggi atau lereng-lereng gunung, perlu waspada terkait dengan banjir dan tanah longsor. Kemudian untuk masyarakat yang berada di pantai, juga harus waspada dengan gelombang tinggi dan juga potensi banjir rob seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengharapkan agar masyarakat dapat melakukan update kondisi prakiraan cuaca menjelang beraktifitas guna mengindari kondisi potensi cuaca ekstrem di kawasan yang mereka tuju nantinya.
“Masyarakat dapat meng-update informasi potensi prakiraan cuaca melalui platform BMKG dan masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaannya dan juga menghindari wilayah-wilayah memang berpotensi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama