Akibatnya, arus transportasi terganggu, dan pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk melintasi jalur alternatif.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Dharmasraya, AKP Zamrinaldi, mengimbau pengguna jalan yang hendak melakukan perjalanan dari Padang menuju Jakarta agar memanfaatkan rute alternatif yang telah ditentukan.
Jalur Alternatif yang Disarankan
Untuk menghindari jalan nasional yang putus ini, Polres Dharmasraya memberikan beberapa opsi jalur alternatif, yaitu:
-
Jalur Alternatif Pertama:
- Pengendara dapat masuk dari Sikabau, Simpang Empat Koto Baru, atau Simpang Polsek Sungai Rumbai.
- Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Simalidu - Rimbo Bujang, yang akan keluar di Muaro Tebo, Jambi.
-
Jalur Alternatif Kedua:
- Pengendara dapat melewati Simpang Sungai Rumbai (Simpang Pesak), lalu belok kanan menuju Sitiung IV.
- Kemudian, belok kiri hingga tiba di Simpang PT KIM, dan melanjutkan perjalanan ke Muaro Bungo.
-
Opsi Tambahan:
- Pengemudi bisa berbelok ke kanan pada titik kilometer 44, lalu keluar di Rantau Ikil dengan akses masuk melalui Simpang Pesak sebelum kembali terhubung ke Jalan Lintas Sumatera.
AKP Zamrinaldi menyampaikan bahwa jalur alternatif ini merupakan rute lama yang masih dapat digunakan untuk menghubungkan pengendara ke wilayah Jambi. "Bus juga bisa melintasi jalur lama ini," tambahnya.
Kemacetan Panjang dan Imbauan Kepolisian
Saat ini, kemacetan panjang terjadi di sekitar lokasi jalan yang terputus. Namun, sebagian besar kendaraan kosong atau bukan angkutan barang, sudah mulai beralih ke jalur alternatif yang disarankan petugas.
“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan agar perjalanan tetap lancar dan aman,” ujar Zamrinaldi.
Ia juga menekankan bahwa proses perbaikan jalan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Kecuali dipasangkan sementara jembatan darurat.
Penyebab Jalan Terputus dan Upaya Perbaikan
Terputusnya Jalan Lintas Sumbar-Jambi disebabkan oleh meluapnya debit air akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan tersebut. Arus air yang deras merusak infrastruktur jalan hingga tidak bisa dilalui.
Kepala Satker PJN II Jambi, Diaz Shodiq, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo dan akan segera mengambil langkah darurat.
“Kami akan menggunakan Jembatan Bailey (rangka baja portabel) milik BPJN Jambi yang berada di Bungo. Diharapkan pemasangannya selesai pada Senin sore dan diuji coba pada Selasa,” ungkap Diaz kepada media.
Dengan langkah ini, diharapkan konektivitas antara Sumbar dan Jambi dapat segera pulih, sehingga arus lalu lintas kembali normal.(*)
Editor : Heri Sugiarto