Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Waspada! Gunung Marapi Erupsi dengan Kolom Abu 1200 Meter, PVMBG Keluarkan Peringatan

Randi Zulfahli • Jumat, 7 Maret 2025 | 11:28 WIB

Gunung Marapi di Sumbar kembali erupsi dengan kolom abu 1200 meter pada Jumat dini hari (7/3/2025) pukul 02:45 WIB.
Gunung Marapi di Sumbar kembali erupsi dengan kolom abu 1200 meter pada Jumat dini hari (7/3/2025) pukul 02:45 WIB.
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas vulkanik Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat dini hari (7/3/2025), gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat (Sumbar) ini mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1.200 meter dari puncaknya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 02:45 WIB.

Kolom abu vulkanik yang teramati memiliki ketinggian sekitar 1.200 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 4.091 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terlihat jelas berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara. Peristiwa erupsi ini terekam dengan baik oleh perangkat seismograf yang terpasang di sekitar Gunung Marapi.

Catatan instrumentasi menunjukkan bahwa erupsi berlangsung dengan amplitudo maksimum mencapai 30,7 milimeter dan berlangsung selama 124 detik.

Rekomendasi Keselamatan Masyarakat

Menyikapi peristiwa erupsi tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk menjamin keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Marapi.

Rekomendasi utama adalah larangan bagi seluruh masyarakat, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan, untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik, yaitu Kawah Verbeek Gunung Marapi.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan tiba.

Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat untuk segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Koordinasi Antar Lembaga

PVMBG menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menghadapi situasi ini. Pemerintah daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diharapkan untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung, atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin No. 168 Bukittinggi.

Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi langsung dan terkini mengenai aktivitas Gunung Marapi, sehingga langkah-langkah mitigasi bencana dapat diambil dengan cepat dan tepat.

Pentingnya Informasi Akurat

Di tengah situasi seperti ini, penyebaran informasi yang akurat menjadi sangat krusial. PVMBG mengimbau seluruh pihak untuk menjaga suasana kondusif di masyarakat dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan mendapatkan informasi terkini dari sumber-sumber resmi.

Pemantauan Berkelanjutan

Untuk memudahkan masyarakat dalam memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi terkait Gunung Marapi, PVMBG menyediakan berbagai platform informasi yang dapat diakses dengan mudah.

Masyarakat dapat mengunjungi situs web Badan Geologi di https://geologi.esdm.go.id, situs web PVMBG di https://vsi.esdm.go.id, atau situs web Magma Indonesia di https://magma.esdm.go.id.

Selain itu, PVMBG juga menyediakan aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh melalui Google Playstore. Informasi terkini juga dapat diakses melalui media sosial resmi PVMBG di Facebook, Twitter, dan Instagram dengan nama akun @pvmbg_ (*)

Editor : Adetio Purtama
#Gunung Marapi Erupsi #gunung marapi #pvmbg