Upacara ini menandai dimulainya operasional posko Angkutan Lebaran yang akan berlangsung selama 22 hari, mulai dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
Dalam sambutannya, Muh Tri Setyawan menekankan bahwa seluruh pekerja dari berbagai tingkatan di Divre II Sumbar telah siap mengoperasikan posko Angkutan Lebaran untuk menjamin keamanan operasional perjalanan kereta api serta mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang.
"Apel Gelar Pasukan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan persiapan yang matang, kami bertekad menghadirkan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan berkesan," jelas Tri.
Untuk memenuhi kebutuhan transportasi selama periode mudik dan balik Lebaran 2025, KAI Divre II Sumbar menyediakan total 616 perjalanan kereta api lokal atau sekitar 28 perjalanan per hari.
Rinciannya meliputi 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres rute Paulima-Naras/Naras-Paulima, 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres rute Pulau Aie-BIM/BIM-Pulau Aie, dan 6 perjalanan KA Lembah Anai rute Duku-Kayu Tanam-Kayu Tanam Duku.
Dari total kapasitas 144.528 tempat duduk selama 22 hari angkutan lebaran (rata-rata 7.024 tempat duduk per hari), berdasarkan pemantauan penjualan tiket KA Lokal untuk arus mudik periode 24-31 Maret 2025 (7 hari) telah mencapai 5.959 tempat duduk atau 12,11% dari kapasitas yang tersedia sebanyak 49.168 tempat.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. KAI memastikan seluruh perjalanan akan berlangsung aman dengan prosedur operasional yang telah disiapkan secara cermat," tambah Tri.
Dalam upaya memastikan keselamatan perjalanan, Divre II Sumbar telah melakukan berbagai pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana, serta meningkatkan pengamanan di titik-titik rawan.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dan tidak dapat ditawar. Setiap elemen operasional telah disiapkan untuk menjamin perjalanan yang aman bagi seluruh penumpang," tegas Tri.
Kesiapan armada juga menjadi fokus utama. Bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan Ramp Check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta.
Sebanyak 13 lokomotif, 14 kereta, 2 kereta penolong, serta 1 TS KRD telah disiapkan dalam kondisi prima untuk memberikan layanan optimal kepada penumpang.
"Dari aspek fasilitas, KAI telah mempersiapkan secara menyeluruh mulai dari area masuk stasiun, di dalam kereta, hingga area keluar di stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta terus dijaga demi kenyamanan para pelanggan," papar Tri.
Kesuksesan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, komunitas pecinta kereta api, dan pihak lainnya.
Tri menekankan pentingnya perhatian terhadap detail dalam setiap aspek operasional. "Setiap insan KAI diminta untuk memperhatikan detail sekecil apa pun. Dengan kerja sama dan sinergi seluruh tim, kami yakin dapat menghadirkan layanan yang prima," ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI untuk pemesanan tiket dan mendapatkan informasi perjalanan secara real-time, sehingga memudahkan perencanaan perjalanan.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran masa Angkutan Lebaran 2025. Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2025 resmi dibuka. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan keselamatan bagi seluruh perjalanan kita," tutup Tri. (*)
Editor : Adetio Purtama