Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, mengatakan episenter gempa terletak pada koordinat 0,98° Lintang Selatan dan 100,71° Bujur Timur, atau tepatnya di darat pada jarak 20 kilometer tenggara Kabupaten Solok. Gempa terjadi pada kedalaman sangat dangkal, yakni hanya 1 kilometer.
Menurutnya, gempa bumi ini tergolong sebagai gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Sumani, salah satu sesar aktif yang melintasi wilayah Sumatera Barat.
"Memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, kejadian ini dipicu oleh aktivitas sesar lokal, yaitu Sesar Sumani," jelas Suaidi Ahadi.
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan intensitas III – IV MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas. Jendela dan pintu terdengar berbunyi.
Meski guncangan cukup terasa, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan.
BMKG juga mencatat adanya satu gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,4 pasca gempa utama.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Warga diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa kondisi struktur bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," tambah Suaidi.
Untuk informasi resmi terkait gempa dan peringatan dini tsunami, masyarakat diminta mengakses kanal resmi BMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto