PADEK.JAWAPOS.COM-Gempabumi berkekuatan 4,6 magnitudo yang berpusat di Padangpanjang, menimbulkan kerusakan pada salah satu bangunan sekolah dasar di kota berjuluk Serambi Mekah itu. Gempa terjadi pada Sabtu (19/4) malam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padangpanjang Nasrul menyebut, goncangan mengakibatkan robohnya plafon ruangan guru sekolah di Kelurahan Tanahpaklambiak.
“Satu petak plafon yang dibangun 2022 itu ambruk. Besok (hari ini, red) segera ditangani melalui dana pemeliharaan sekolah. Plafonnya masih bisa digunakan kembali, kita hanya kena biaya upah,” ujar Nasrul kemarin (20/4).
Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang Suaidi Ahadi menyebut, gempabumi tektonik terjadi pada pukul 20:47:13 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 4,6.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.44° LS ; 100.45° BT. Tepatnya di darat pada jarak 6 km Timur Laut Padangpanjang pada kedalaman 10 KM.
“Dengan memerhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal. Ini akibat adanya aktivitas Sesar Sianok,” terang Suaidi.
Dikatakannya berdasarkan estimasi peta guncangan, gempabumi dirasakan di Padangpanjang, Bukittinggi, Kabupaten Agam III-IV MMI. Getaran dirasakan banyak orang dan terasa nyata dalam rumah. Seperti suara laju truk. Jendela, pintu, atau dinding berbunyi.
Kemudian guncangan yang dirasakan di Kabupaten Solok, Padang, Kabupaten Padangpariaman, Pariaman dan Batusangkar II - III MMI. Getaran dirasakan sama, disertai benda ringan yang digantung bergoyang.
Suaidi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu juga diingatkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempabumi.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda, cukup tahan gempabumi ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.
Guncangan gempabumi itu dirasakan cukup kuat oleh warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota Rahmadinol mengungkapkan, meskipun getaran gempa terasa, pihaknya belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan di wilayahnya hingga kemarin (20/4).
Lebih lanjut, Rahmadinol mengingatkan bahwa Kabupaten Limapuluhkota pernah merasakan dampak dari gempabumi yang terjadi di wilayah Pasaman Barat, pada tahun 2022.
“Pada saat gempa Pasaman Barat itu sejumlah bangunan di Limapuluh Kota juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan. Berdasarkan data yang kami himpun, tercatat ada 14 bangunan yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Bupati Keluarkan Imbauan
Sehubungan dengan peristiwa gempa yang terjadi pada Sabtu (19/4) malam itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra menyampaikan rasa prihatin dan harapan agar seluruh masyarakat Tanahdatar dalam keadaan selamat dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Dia pun meminta warga menghindar dari bangunan yang retak atau rusak.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempabumi, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempabumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ingatnya.
Namun demikian, Pemkab juga mengimbau agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Terutama yang beredar di media sosial. Seperti foto-foto kerusakan rumah yang ternyata tidak sesuai fakta atau hoaks.
“Mari kita bijak bermedia sosial. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber yang resmi dan terpercaya. Seperti BMKG, BPBD, atau pemerintah daerah,” ungkap dia.
Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran camat dan wali nagari untuk segera melaporkan kondisi terkini di wilayah masing-masing dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya melawan hoaks.
Hal senada juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok, namun tidak ada kerusakan akibat gempat tersebut.
”Kami harap masyarakat tenang. Masyarakat harus bisa menyaring informasi dan jangan terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi.
Dia menyampaikan, gempa memang dirasakan di beberapa kawasan seperti di Kecamatan X Koto Diatas, X Koto Singkarak, Kubung dan beberapa daerah lain.
Selain itu, awal April lalu, juga terjadi gempa kecil dengan kekuatan 2,6 magnitudo, dengan pusat di kedalaman lima kilometer dengan titik koordinat 0.99 Lintang Selatan, 100.70 Bujur Timur atau 21 kilometer tenggara Kabupaten Solok.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar memastikan bahwa gempa bumi kali ini tidak menimbulkan dampak yang berarti. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rudy Rinaldy menyampaikan, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tetap aman dan terkendali.
“Tidak ada laporan kerusakan serius pada infrastruktur maupun korban jiwa. Dampaknya sejauh ini hanya sebatas getaran,” ujar Rudy kemarin.
Meski demikian, ia mengakui bahwa getaran tersebut sempat membuat masyarakat panik. Kepanikan ini diperparah dengan beredarnya informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
“Banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan menyebar dengan cepat, menimbulkan keresahan yang tidak perlu. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring informasi dengan bijak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta lembaga terkait untuk memastikan kondisi masyarakat dalam keadaan aman.
Pihaknya juga terus memantau aktivitas gempa susulan jika terjadi, serta siap menurunkan tim reaksi cepat bila dibutuhkan. BPBD Sumbar mengimbau warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah.
“Kita harus tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Edukasi kebencanaan harus terus digalakkan agar masyarakat bisa lebih siap dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong,” tutup Rudy. (wrd/rid/stg/shy)
Editor : Novitri Selvia