Bus tersebut terguling di Jalan Prof Hamka, Bukit Surungan, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang, sekitar pukul 08.15 WIB.
Kendaraan yang membawa 34 penumpang ini melayani rute Medan-Bekasi via Padang. Kecelakaan diduga akibat rem blong.
Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padangpanjang, Iptu Jamalluddin, 11 orang tewas dalam insiden ini.
Korban meninggal terdiri dari lima laki-laki, termasuk satu anak-anak, dan enam perempuan, juga termasuk satu anak-anak.
Sebanyak 23 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Mereka saat ini dirawat di RSUD Padangpanjang dan RS Yarsi Padangpanjang.
Lima awak bus juga terluka. Mereka adalah tiga sopir: Muhammad Seu Sibuan (50), Zulhanuar (44), dan Ronal Maunurun (50), serta dua kernet: Feri Sanan (32) dan Putra Irwandi (34).
Beberapa penumpang lain yang dirawat di RSUD Padangpanjang antara lain: Fitri Lia Lestari, M. Alby Nurosyid, Fahrudin Tanjung, Ikbal Farabi, Arkanalgazali, dan lainnya.
Sementara itu, lima korban luka dirawat di RS Yarsi, termasuk Mario Rensus Parhusip, Siti Rahaayu, Ratna Lubis, Desmon Lumban Gaol, dan Fadillah.
Polisi bersama tim gabungan telah mengevakuasi korban, melakukan TPTKP, dan memeriksa sopir serta kernet, termasuk tes urine.
Pos DVI juga telah didirikan di RSUD Padangpanjang untuk membantu identifikasi korban dan penyelidikan mendalam masih berlangsung.
Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman, namun investigasi lanjutan terus dilakukan.(*)
Editor : Hendra Efison