Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa lobi aktif yang dilakukan Kemendag ke sejumlah negara Eropa mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya, Tunisia menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama perdagangan ikan tuna dengan Indonesia.
"Penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Tunisia akan dilakukan pada 11 dan 12 Juni 2025 mendatang. Ini akan menjadi negara tujuan ekspor baru bagi ikan tuna kita," ujar Mendag Budi Santoso, Jumat (9/5/2025), saat kunjungan kerja ke Sumatera Barat.
Budi menyebut, potensi ekspor ikan tuna dari Indonesia sangat besar. Karena itu, Kemendag berkomitmen mendukung penuh pelaku usaha agar dapat memperluas pasar ekspor, tidak hanya untuk tuna, tetapi juga hasil tangkapan laut lainnya.
"Indonesia menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 7,1 persen pada 2026. Maka dari itu, dibutuhkan upaya ekstra dan sinergi antarsektor untuk mencapainya," jelasnya.
Kunjungan Mendag ke Sumatera Barat kali ini juga merupakan bentuk dukungan nyata Kemendag terhadap pelaku usaha di daerah. Salah satu agendanya adalah melepas ekspor perdana ikan tuna dari PT Dempo Andalas Sumatera ke Uni Emirat Arab (UEA).
Didampingi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Mendag secara simbolis melepas ekspor tuna seberat 9,3 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp1,87 miliar dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman.
“Pelepasan ekspor ini merupakan tonggak penting bagi PT Dempo Andalas Sumatera. Ini adalah ekspor tuna pertama mereka tahun ini, dan kita sangat mengapresiasinya,” kata Mahyeldi.
Mendag hadir bersama jajaran pejabat eselon I dan II dari Kementerian Perdagangan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung ekspor sektor perikanan.
Dengan langkah strategis dan perluasan pasar ini, diharapkan industri perikanan nasional mampu tumbuh berkelanjutan dan menjadi andalan ekspor Indonesia ke kancah global.(*)
Editor : Hendra Efison