Acara yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi ini menyoroti potensi besar Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki Sumbar, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung industri digital yang tengah berkembang, khususnya sektor pusat data atau data center.
Ketua MKI Sumbar, Insanul Kamil, menyebut bahwa Sumatera Barat memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri berbasis energi hijau.
"Data center merupakan salah satu industri digital yang sangat membutuhkan pasokan energi listrik hijau dalam skala besar. Ini momentum bagi Sumbar," ujarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyatakan kesiapan Sumbar menjadi pusat investasi energi hijau. Menurutnya, potensi EBT di Sumbar sangat besar namun belum tergarap maksimal.
“Ketersediaan sumber energi baru terbarukan di Sumbar cukup besar. Ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung masuknya investasi skala besar yang tertarik melakukan pengembangan EBT. Kami siap menyambut kehadiran para investor,” kata Mahyeldi.
Ia memaparkan data dari Dinas ESDM Provinsi Sumbar, antara lain potensi energi air sebesar 1.100 megawatt (MW) yang baru dimanfaatkan 29,75%, potensi panas bumi sebesar 1.705 megawatt energi (MWe) baru dimanfaatkan 5%, potensi energi surya sebesar 5.898 MW yang baru dimanfaatkan 1%, dan potensi energi angin sebesar 428 MW.
“Dengan potensi sebesar ini, Sumbar sangat cocok menjadi destinasi utama investasi berkelanjutan di Indonesia,” tegas Mahyeldi.
Mendukung hal tersebut, General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyampaikan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan pengembangan EBT di Sumatera Barat.
“Saat ini kami telah mengoperasikan sejumlah PLTA, PLTP Supreme di Solok Selatan, dan 13 PLTMH. Ini bukti konkret bahwa Sumbar siap secara kelistrikan,” kata Ajrun.
Ia menjelaskan, PLTA dan PLTP telah terhubung dengan sistem interkoneksi Sumatera, sedangkan PLTMH melayani kebutuhan lokal melalui sistem tegangan rendah. Beberapa proyek baru juga sedang dibangun untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di daerah.
Forum ini menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem investasi berbasis EBT, yang dinilai penting dalam menyokong pertumbuhan industri digital berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison