Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada pukul 08.39 WIB.
Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang menjulang setinggi 1.600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah angin membawa sebaran abu vulkanik ke timur laut.
Hingga laporan ini dibuat, erupsi masih terus berlangsung. Aktivitas vulkanik ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar dan pihak terkait.
Imbauan dan Rekomendasi Keselamatan
Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan semua pihak terkait:
1. Zona Larangan: Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras memasuki dan melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yakni Kawah Verbeek. Area ini merupakan zona bahaya yang sangat berisiko.
2. Ancaman Lahar Dingin: Penduduk yang tinggal di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya lahar dingin atau banjir lahar dapat terjadi, terutama saat musim hujan.
3. Waspada Hujan Abu: Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA.
4. Menjaga Kondusifitas: Seluruh pihak diimbau untuk menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.
5. Koordinasi Pemerintah Daerah: Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.
Hal ini penting untuk memastikan informasi terkini dan valid mengenai aktivitas gunung dapat diakses secara langsung dan akurat.(*)
Editor : Hendra Efison