PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun BMKG Kelas II Minangkabau, Desrindra Dedi Kurnia menyampaikan, kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem di sejumlah wilayah.
“Untuk beberapa hari ke depan kita sudah memasuki musim penghujan. Ada faktor Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang masih aktif sehingga meningkatkan pertumbuhan awan di Sumbar. Selain itu, suhu muka laut di sekitar wilayah ini masih hangat sehingga pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan juga tinggi. Ditambah lagi adanya belokan angin yang memicu pertumbuhan awan di wilayah Sumbar,” jelas Desrindra, Minggu (21/9).
BMKG mencatat, potensi curah hujan tinggi masih akan terus berlangsung pada periode September 2025. Untuk itu, peringatan dini cuaca ekstrem baik tiga harian maupun mingguan telah diterbitkan melalui media sosial dan kanal informasi resmi BMKG.
“Masyarakat hendaknya mengikuti informasi yang dikeluarkan BMKG baik melalui media sosial maupun aplikasi InfoBMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini,” ujarnya.
Desrindra menegaskan, potensi hujan lebat dalam beberapa hari mendatang berpeluang disertai angin kencang bahkan puting beliung, terutama pada masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan seperti saat ini. Menurutnya, risiko bencana hidrometeorologi cukup besar.
“Potensi hujan lebat ini bisa disertai angin kencang atau puting beliung, apalagi di masa peralihan musim kemarau ke musim hujan ini risiko bencana cukup besar,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaan. Warga di kawasan perbukitan dan lereng gunung diminta mewaspadai potensi tanah longsor. Sementara itu, warga yang bermukim di bantaran sungai diingatkan akan ancaman banjir bandang.
“Sedangkan masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan perlu mengantisipasi banjir akibat genangan maupun luapan air,” tambahnya.
Lebih lanjut Desrindra menekankan pentingnya kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Bila hujan lebat terjadi secara terus-menerus, masyarakat diminta segera meningkatkan kewaspadaan. “Perhatikan kondisi lingkungan sekitar, bila hujan lebat terus menerus segera tingkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama