Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Selisih Harga Lumayan, Program GPM Bantu Masyarakat

Rian Afdol • Jumat, 26 September 2025 | 11:00 WIB

MURAH: Petugas Gudang Bulog Sago Adel didampingi Kepala Gudang Bulog Sago Jum Hendri (paling kanan) melayani warga ketika membeli beras pada stan yang disediakan di Gudang Bulog Sago, Kamis (25/9).
MURAH: Petugas Gudang Bulog Sago Adel didampingi Kepala Gudang Bulog Sago Jum Hendri (paling kanan) melayani warga ketika membeli beras pada stan yang disediakan di Gudang Bulog Sago, Kamis (25/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-GERAKAN Pangan Murah (GPM) di sejumlah daerah di Sumbar terus digencarkan. Kamis (25/9), selain di Kantor Lurah Kayu Ramang, Kecamatan Guguakpanjang, Kota Bukittinggi, juga ada di gudang Bulog Pesisir Selatan dan lokasi lainnya.

Pelaksanaan GPM di Pessel dilaksanakan Gudang Bulog Sago, Kecamatan IV Jurai.

Di sini rutin diadakan setiap hari dikoordinir langsung oleh Gudang Bulog Sago bekerja sama dengan lintas sektor, mulai dari Dinas Pangan dan Perikanan, Polres Pessel, Kodim 0311 Pessel, hingga seluruh Polsek dan Koramil.

Sejak ada GPM harga beras di pasar tradisional di Pessel cenderung stabil. Arhan, 42, warga yang ditemui Padang Ekspres saat membeli beras di Gudang Bulog Sago menyampaikan, program tersebut sangat membantu masyarakat.

Bahkan dia mengaku sering membeli beras SPHP di gudang karena harganya jauh lebih murah dibandingkan pasar.

“Biasanya saya beli di warung, sekarang lebih sering ke sini. Selisih harga lumayan, dan kualitasnya juga bagus. Semoga program ini terus ada, jangan hanya sesekali,” harapnya, kemarin.

Kepala Gudang Bulog Sago Jum Hendri menjelaskan, pasar murah tersebut sudah menjadi agenda rutin pihaknya setiap hari. Tidak hanya saat terjadi lonjakan harga atau jelang hari besar keagamaan.

Tujuannya untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas. Terutama beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dia menambahkan, beras yang dijual adalah jenis SPHP kategori premium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.100 per kilogram. Namun, pihaknya secara langsung menjual di bawah HET untuk meringankan beban masyarakat.

Meski Pesisir Selatan dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi pangan di ranah Minang, khususnya beras, namun pasar murah tetap diminati.

Warga datang silih berganti setiap hari ke gudang untuk membeli beras SPHP dengan harga terjangkau, tanpa harus mengantre panjang.

“Memang tidak membeludak seperti di daerah nonpenghasil beras. Tapi setiap hari tetap ada yang datang. Ini menunjukkan masyarakat memang merasakan manfaat dari pasar murah ini,” katanya.

Selain di gudang, pasar murah juga digelar di kecamatan-kecamatan dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Salah satu lokasi kegiatan Kamis (25/9) adalah Kantor Camat Batangkapas, yang menjadi titik distribusi pangan murah bekerjasama dengan pemerintahan kecamatan setempat.

Di lokasi tersebut, selain beras SPHP, juga disediakan komoditas bahan pokok lainnya yang didatangkan langsung dari Gudang Bulog Padang melalui dukungan Dinas Pangan dan Perikanan Pessel.

“Kita bergerak bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga kecamatan semua dilibatkan agar penyaluran pangan murah ini menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota,” kata Jum Hendri.

Untuk mendukung keberlanjutan program pangan murah, stok beras di Gudang Bulog Sago saat ini mencapai 400 ton. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pesisir Selatan dalam beberapa bulan ke depan.

Termasuk menghadapi potensi lonjakan permintaan jelang akhir tahun. “Selain itu, kita juga akan kedatangan 400 ton lagi menjelang akhir tahun untuk memperkuat cadangan,” jelasnya.

Masyarakat Kayuramang Apresiasi GPM

Gerakan Pangan Murah (GMP) yang dilaksanakan Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan bersama stakeholder lainnya juga terus berlanjut.

Kegiatan yang ditujukan untuk mamastikan masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi, kali ini dilakukan di Kantor Lurah Kayuramang, Kecamatan Guguakpanjang, Kota Bukittinggi, Kamis (25/9).

Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga sampai pukul 12.00 disambut baik masyarakat. Bulog menurunkan sebuah mobil boks dengan sejumlah kebutuhan pokok.

Mulai dari beras SPHP paket lima kilogram yang dijual dengan harga Rp 64.000, Minyak Kita bantalan dengan harga Rp 15.500 perliter dan gula pasir rose brand satu kilogram dengan harga Rp 18.000.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan disambut baik masyarakat dan pihak kelurahan. Masyarakat menilai kehadiran GPM ada di saat harga kebutuhan pokok seperti beras dan gula tengah mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, seperti beras dan minyak goreng. Ketersedian bahan beras dan minyak di sini menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat yang kesulitan dengan naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok,” sebut Nuraini, 49.

Dibandingkan dengan harga pasaran, harga yang disediakan oleh Bulog dalam GPM ini lebih murah. Nuraini menjelaskan, di pasaran harga beras Sokan atau kuruik kusuik bisa mencapai Rp 170.000 hingga Rp 175.000 ukuran 10 kilogram. “Perkilogram selisihnya bisa mencapai Rp 4.000. nilainya cukup besar,” imbuhnya.

Lurah Kayuramang Westi Wismar juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan GPM. “Waktunya tepat, belakangan kita sering mendengarkan keluhan dari masyarakat terkait harga sejumlah kebutuhan pokok yang naik,” sebutnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan. Selain itu diharapkan komoditas yang disediakan semakin beragam. “Harapan kita komoditas lainnya juga ada, seperti cabai, telur dan juga kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh masyarakat,” tutupnya. (yon/rna)

Editor : Novitri Selvia
#GPM 2025 #Bulog Sago #Jum Hendri #Polres Pessel