Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi).
Pameran tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan lokal, termasuk kopi khas daerah.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Asosiasi Kopi Minang, yang menghadirkan beragam kopi unggulan dari berbagai daerah di Sumbar.
"Ada kopi dari Bukit Kompong, Lasi, Solok Radjo, Solok Selatan, Kabupaten Solok, dan Talamau," ujar Vikki Yolanda (30), Penyelenggara Asosiasi Kopi Minang, saat ditemui di lokasi pameran, Selasa (28/10/2025).
Menurut Vikki, kopi yang ditampilkan merupakan hasil panen berkualitas tinggi dan sebagian besar telah dikenal dalam ajang nasional.
"Kita memamerkan kopi berkualitas tinggi, bahkan beberapa di antaranya sudah masuk sepuluh besar nasional," jelasnya.
Vikki menyebut bahwa sejumlah produk kopi Sumbar kini sudah menembus pasar nasional dan internasional.
"Kopi robusta dan arabika dari Sumbar sudah ada yang dipasarkan ke luar negeri," tambahnya.
Harga kopi yang dijual di pameran ini juga bervariasi tergantung jenis dan pengolahannya.
"Untuk green bean, kisarannya mulai dari Rp85 ribu sampai Rp300 ribu per kilogram," ungkap Vikki.
Ia berharap kegiatan seperti Sumbar Expo dapat terus diselenggarakan setiap tahun.
"Ajang ini penting untuk memperkenalkan produk kopi lokal ke pasar yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkenalkan Asosiasi Kopi Minang kepada masyarakat," tutupnya.
Melalui kegiatan ini, kopi Sumatera Barat kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar global. (Fadli Zikri/CR6)
Editor : Hendra Efison