Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Ada Peradaban Islam Tanpa Wakaf, Sumbar Siapkan Konferensi Wakaf Internasional 2025

Hendra Efison • Rabu, 5 November 2025 | 12:05 WIB

Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam program Dialog Sumbar Bicara TVRI Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025).
Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam program Dialog Sumbar Bicara TVRI Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–Dewan Pengawas Syariah ASFA Foundation sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi MA PhD, menegaskan bahwa wakaf memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Islam.

“Bicara wakaf itu bicara peradaban. Dalam sejarah Islam, semua kemajuan peradaban pasti ada jejak wakafnya. Mulai dari Masjid Quba, Masjid Nabawi, sampai Al-Azhar di Kairo semuanya berdiri karena wakaf,” ujar KH Anang dalam program Dialog Sumbar Bicara TVRI Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, wakaf adalah instrumen sosial yang dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan infrastruktur. “Kalau dikelola dengan baik, wakaf bisa menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat,” tambahnya.

Ia juga mencontohkan Pondok Modern Gontor yang didirikan oleh tiga bersaudara yatim melalui wakaf warisan orang tuanya.

“Gontor itu contoh nyata bagaimana wakaf melahirkan manusia unggul. Dari manusia lahir lembaga, perusahaan, dan pemimpin yang terus membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.

KH Anang menyebut, wakaf adalah investasi peradaban lintas generasi. Ia mendorong masyarakat untuk lebih aktif berwakaf agar potensi ekonomi umat dapat berkembang optimal.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa Konferensi Wakaf Internasional 2025 akan digelar pada 15–16 November 2025 di Kota Padang dengan tema “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan.”

Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Acara tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 80 tahun Sumatera Barat dan 100 tahun Gontor.

Mahyeldi menjelaskan, persiapan kegiatan telah dilakukan sejak enam hingga tujuh bulan lalu.

Pemerintah menargetkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah dan luar negeri hadir, termasuk tokoh nasional dan ulama internasional dari Mesir, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, serta Malaysia.

Salah satu pembicara yang ditunggu adalah Dr. Amir Bahjat, cucu dari Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.

“Wakaf bukan hanya ibadah, tapi juga solusi nyata membangun umat. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi kekuatan ekonomi dan mengatasi kesenjangan sosial,” kata Mahyeldi.

Ia mencontohkan keberhasilan Gontor dalam mengelola wakaf, yang kini berkembang dari lahan 17 hektare menjadi lebih dari 1.700 hektare.

Melalui konferensi ini, Mahyeldi berharap Sumatera Barat dapat menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan wakaf produktif di Indonesia.

“Harapan kita, konferensi ini melahirkan rekomendasi pengelolaan wakaf yang bisa dijadikan acuan nasional dan internasional,” tutupnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Konferensi Wakaf Internasional 2025 #gubernur sumatera barat #Wakaf produktif #KH Anang Rikza Masyhadi