Peringatan ini disampaikan oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padangpariaman dan BMKG Maritim Teluk Bayur.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kumiawan, menjelaskan dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi penguatan signifikan Monsun Asia yang memicu dominasi angin baratan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumbar.
“Aliran massa udara lembap dari Samudra Hindia bertemu dengan topografi Bukit Barisan dan berpotensi memicu orographic lifting yang intensif, sehingga meningkatkan peluang pembentukan awan hujan,” kata Desindra dalam keterangan pers, Jumat (21/11/2025).
Faktor lain yang memperkuat pembentukan awan konvektif meliputi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aktivitas gelombang Rossby ekuatorial, serta anomali suhu muka laut.
Potensi hujan lebat diperkirakan meningkat di wilayah pesisir barat dan daerah perbukitan.
Wilayah Darat Berisiko Tinggi
BMKG mengingatkan potensi bencana berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan, angin kencang, petir, dan jalan licin di 13 daerah berikut ini; Padangpariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanahdatar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Limapuluh Kota.
Peringatan Cuaca Maritim Hingga 24 November
BMKG Maritim Teluk Bayur juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di perairan Sumbar hingga 24 November 2025. Nelayan dan operator transportasi laut diminta mewaspadai hujan petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Pada 22 November 2025 pukul 06.00 WIB, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat.
Hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, serta perairan Kepulauan Mentawai (Timur dan Barat Siberut, Sipora, dan Pagai).
Arah angin dominan dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 1–15 Knot. Perairan Agam–Pasaman Barat berpotensi mengalami angin kencang di atas 15 Knot.
Pada 23–24 November 2025, potensi hujan petir kembali meningkat di sejumlah perairan, dengan kecepatan angin 4–14 Knot.
BMKG Maritim Teluk Bayur mengingatkan tinggi gelombang dapat mencapai hingga 2,5 meter, terutama di perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai selama periode 21–24 November 2025.
Masyarakat diimbau Mengenali titik rawan banjir dan longsor, Memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas, Menghindari aktivitas di laut saat cuaca buruk, dan Mengikuti arahan petugas kebencanaan. (CC1)
Editor : Hendra Efison