Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan merusak rumah warga di sekitar lokasi. Selain itu, akses transportasi Padang-Bukittinggi melalui jalur ini juga terputus.
Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Padangpanjang, Aipda Denny menyampaikan bahwa longsor menutup badan jalan serta menimbun permukiman warga yang berada di sekitar jembatan.
“Iya benar, telah terjadi longsor yang menimbun Jembatan Kembar,” kata Aipda Denny saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Menurutnya, seluruh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Korban, baik yang selamat maupun yang dilaporkan meninggal dunia, langsung dibawa ke RS Yarsi Padangpanjang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Untuk data korban masih kami himpun. Korban selamat maupun yang meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Yarsi. Sebagian sudah diantar ke rumah sakit dibantu tim gabungan,” jelas Aipda Denny.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan unsur terkait lainnya. Upaya tersebut difokuskan untuk mencari korban yang tertimbun material longsor sekaligus mengevakuasi warga dari area berbahaya.
Hingga Kamis sore, pihak Satlantas Polres Padangpanjang belum dapat memastikan jumlah korban jiwa akibat peristiwa ini.
“Data pasti mengenai jumlah korban meninggal dunia dan total keseluruhan korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan,” tambahnya.
Longsor dilaporkan menimbun rumah-rumah warga yang berada di sekitar Jembatan Kembar. Kawasan tersebut merupakan wilayah padat penduduk dengan perkiraan dihuni sekitar 100 kepala keluarga.
Saat ini, fokus utama petugas adalah penanganan korban serta pengamanan area terdampak untuk mencegah risiko lebih lanjut.
Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan darurat berlangsung.(*)
Editor : Heri Sugiarto