Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Agam Tewaskan 34 Orang, 68 Warga Masih Hilang di Salareh Aia Timur

Randi Zulfahli • Jumat, 28 November 2025 | 20:28 WIB

 

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Agam, Jumat (28/11/2025). (Foto: BPBD Agam)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Agam, Jumat (28/11/2025). (Foto: BPBD Agam)
PADEK.JAWAPOS.COM—Bencana banjir bandang melanda empat jorong di Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Berdasarkan data resmi BPBD Kabupaten Agam hingga Jumat (28/11/2025) pukul 18.40 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 34 orang. Sementara itu, 68 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

“Per Jumat malam, total korban yang telah kami temukan adalah 34 orang dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 68 warga lainnya masih berstatus belum ditemukan,” ujar Abdul Ghafur, Jumat (28/11/2025).

Distribusi Korban Meninggal

Laporan Pusdalops-PB BPBD Agam mencatat, korban jiwa tersebar di empat jorong terdampak, dengan rincian sebagai berikut:

Sejumlah korban telah teridentifikasi, di antaranya Betrina, Romi, Asmawati, Tek Jun, Edi Ajo, Bustamam, dan Leni (Kampuang Tangah Barat). Kemudian Memet, Ni Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yur Boy, Pak Pudin, dan Sariati (Kampuang Tangah Timur), serta Iwik (Koto Alam).

Di Jorong Subarang Aia, korban teridentifikasi meliputi Zahara, Iyen Toko, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Mak Aguih, Azam, Wahyu, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Tek Sidan.

Data Warga Hilang

Sebanyak 68 warga masih dalam pencarian dengan rincian:

Pencarian difokuskan di wilayah terdampak terparah, terutama Subarang Aia.

Dampak dan Penanganan

Abdul Ghafur menjelaskan, curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama banjir bandang. Dampak bencana menyebabkan sekitar 700 warga terpaksa mengungsi.

“Warga sementara ditampung di masjid, surau, dan rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman,” jelasnya.

BPBD Agam bersama tim gabungan telah melakukan asesmen lapangan, evakuasi korban, serta penyaluran bantuan logistik. Selain itu, satu warga sakit bernama Sarina (70) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.(CC1)

Editor : Hendra Efison
#korban banjir Agam #BPBD Agam #warga hilang Agam #Galodo Agam #banjir bandang agam