Empat orang dinyatakan selamat, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Camat Sungaigeringging, Afrizaldi, membenarkan bahwa seluruh korban adalah perantau asal daerahnya yang baru pulang dari Malaysia.
Mereka tiba di Dumai menggunakan kapal, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kampung halaman.
“Mereka merantau ke Malaysia. Dari Malaysia naik kapal ke Dumai, lalu meneruskan perjalanan dengan travel ke Sungaigeringging. Dalam perjalanan di Padangpanjang, mereka menjadi korban galodo,” ujar Afrizaldi kepada Padang Ekspres, Sabtu (29/11/2025).
Adapun identitas delapan warga tersebut terdiri dari empat korban selamat: Arman Arapika, Syva Ivandra, M. Faisal, dan Elmi Yanti.
Sedangkan empat lainnya, Jaruni, Roni Pasla, Azzam, dan Mul, masih dinyatakan hilang.
Afrizaldi menyebut empat korban selamat saat ini berada di pengungsian di Kota Padangpanjang.
Mereka belum bisa kembali ke kampung halaman karena akses jalan masih tertutup material bencana.
Salah satu korban selamat, Syva Ivandra (29), menceritakan detik-detik peristiwa tersebut.
Ia berangkat dari Dumai pada Rabu (26/11) sekitar pukul 15.30 WIB dan tiba di Padangpanjang pada Kamis (27/11) sekitar pukul 00.30 WIB.
Travel yang ditumpanginya berhenti di Jembatan Kembar karena terjadi longsor sehingga jalan tidak dapat dilalui.
“Kami bermalam di dalam mobil, posisinya tak jauh dari bawah jembatan. Paginya saya dan sopir makan di warung dekat lokasi, penumpang lain memilih tetap di dalam mobil,” katanya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Syva mendengar dentuman keras. Ia langsung berlari dan memanjat jembatan bersama sopir.
Sesampainya di atas, ia melihat seluruh area di bawah telah tertutup material longsor.
Saat ini Syva berada di pengungsian dalam kondisi sehat, begitu pula dengan sopir. Dua penumpang lainnya, pasangan suami istri, tengah menjalani perawatan akibat luka lebam yang dialami saat berusaha menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah saya selamat. Tapi saya masih trauma, bahkan takut mendengar suara hujan,” ujarnya.
Upaya pencarian terhadap empat korban lainnya masih terus dilakukan tim SAR gabungan.(nia)
Editor : Hendra Efison