Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Solok Berdampak pada 14.966 Jiwa, Akses Rusak Berat dan Warga Minta Normalisasi Sungai

Hendra Efison • Rabu, 3 Desember 2025 | 08:20 WIB

Banjir bandang Solok berdampak pada 14.966 jiwa, ratusan rumah rusak, akses jembatan terputus, dan warga meminta normalisasi sungai serta percepatan pemulihan.
Banjir bandang Solok berdampak pada 14.966 jiwa, ratusan rumah rusak, akses jembatan terputus, dan warga meminta normalisasi sungai serta percepatan pemulihan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Wakil Bupati Solok, Chandra, melaporkan dampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok mencapai 14.966 jiwa.

Data sementara mencatat 211 rumah rusak berat, 243 rusak sedang, dan 195 rusak ringan. Selain itu, 643 hektare sawah turut terdampak di sejumlah wilayah.

Kondisi paling parah terjadi di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, yang mencatat 521 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 50 rumah mengalami kerusakan berat, satu jembatan putus, dan dua jembatan lainnya rusak parah.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk percepatan pembangunan kembali akses jalan dan jembatan, karena ini kebutuhan vital masyarakat,” kata Chandra saat mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau titik terdampak di Muaro Pingai, Selasa (2/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp68 juta untuk warga terdampak di dua lokasi.

Ia juga berdialog langsung dengan masyarakat yang meminta normalisasi sungai serta tambahan alat berat untuk membersihkan material banjir, seperti kayu besar dan timbunan lumpur.

Berdasarkan pantauan lapangan, banjir bandang dan material susulan telah merusak puluhan rumah serta ratusan lahan pertanian penduduk.

Mahyeldi menegaskan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat sejak awal kejadian.

Alat berat, menurutnya, sudah dikerahkan ke sejumlah titik dan masih bekerja membersihkan material banjir.

“Kita sudah mendengar langsung aspirasi warga. Mereka membutuhkan percepatan pemulihan, dan itu sudah kita respon. Alat berat sudah kita kerahkan dan saat ini masih bekerja di lapangan,” ujar Mahyeldi.

“Bantuan untuk warga sudah kita serahkan, totalnya Rp68 juta untuk dua titik. Insya Allah pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali pulih,” tambahnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#dampak bencana #banjir Solok #Muaro Pingai