Pembukaan posko ditandai dengan apel di Selasar Terminal BIM yang dipimpin General Manager KC BIM, Dony Subardono, dan dihadiri ratusan personel dari instansi terkait serta para pemangku kepentingan bandara.
Posko Monitoring Angkutan Udara Nataru ini akan beroperasi selama 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan keamanan layanan penerbangan selama masa libur akhir tahun.
Dony Subardono mengatakan, pembentukan posko terpadu merupakan agenda rutin tahunan untuk mengoordinasikan kesiapan operasional bandara bersama seluruh stakeholder.
Seluruh personel telah dipersiapkan guna memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jasa.
“Kami yakin dengan pengalaman yang sudah dijalani, BIM terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dony dalam apel pembukaan.
Namun, Dony mengungkapkan adanya tantangan pada periode Nataru tahun ini, terutama dampak bencana alam di Sumatera Barat yang memengaruhi pergerakan angkutan udara.
Dalam tiga pekan terakhir sebelum posko dibuka, terjadi penurunan signifikan trafik penerbangan.
Ia memproyeksikan penurunan pergerakan penumpang akan berlanjut selama Nataru.
“Tahun lalu total penumpang sekitar 45 ribu dengan puncak harian 8.700 penumpang. Tahun ini diperkirakan maksimal sekitar 7.000 penumpang per hari,” jelasnya.
Berdasarkan data sebelum bencana (1–28 November 2025) dan pascabencana (29 November–23 Desember 2025), tercatat pergerakan pesawat turun 15 persen, penumpang turun 25 persen, dan kargo turun 22 persen.
Meski demikian, Dony memperkirakan terdapat potensi kenaikan pergerakan menjelang libur sekolah dan Tahun Baru 2026.
Penurunan proyeksi tersebut, menurutnya, tidak mengurangi komitmen KC BIM dalam memberikan pelayanan maksimal selama periode posko.
Dalam kesempatan yang sama, Dony juga menyampaikan bahwa pada 2026 BIM menjadi salah satu bandara prioritas pengembangan nasional.
Program pengembangan mencakup peningkatan infrastruktur, kualitas interior, prosedur operasional, serta tata letak layanan bandara.(*)
Editor : Hendra Efison