Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas wisata, serta transportasi darat dan udara pada periode akhir tahun.
Pertamina memperkuat stok, mengoptimalkan distribusi, dan menyiagakan layanan energi di titik-titik strategis wilayah Sumatera Barat.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
“Selama masa Satgas Nataru, kami memastikan kesiapan operasional dari hulu hingga hilir. Penguatan stok dan distribusi dilakukan agar kebutuhan BBM, LPG, dan Avtur masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sunardi, Rabu (24/12/2025)
Ia menjelaskan, Pertamina juga memfokuskan pengawasan pada kelancaran distribusi hingga ke lembaga penyalur.
SPBU dan agen LPG disiagakan di wilayah dengan potensi lonjakan permintaan, disertai pengaturan distribusi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat setempat.
Berdasarkan proyeksi Satgas Nataru, konsumsi LPG rumah tangga di Sumatera Barat diperkirakan meningkat sekitar 2,7 persen.
Konsumsi BBM gasoline, seperti Pertalite dan Pertamax Series, diproyeksikan naik 1,6 persen, sementara Avtur meningkat hingga 7,5 persen seiring tingginya aktivitas penerbangan.
Sebaliknya, konsumsi Solar dan Biosolar diperkirakan turun sekitar 3 persen akibat berkurangnya aktivitas logistik dan industri.
Hingga 21 Desember 2025, kondisi stok BBM dan LPG di Sumatera Barat tercatat dalam status aman.
Pasokan didukung oleh operasional Integrated Terminal Teluk Kabung dan terminal pendukung lainnya melalui jalur laut dan darat.
Selama masa Satgas Nataru, Pertamina menyiagakan SPBU 24 jam di jalur wisata dan jalur utama, agen LPG siaga, mobil tangki cadangan, layanan motorist, BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta Serambi MyPertamina.
Pertamina juga menyiapkan mitigasi distribusi pascabencana melalui pengalihan suplai dari terminal alternatif, penambahan armada mobil tangki, serta pengaturan distribusi prioritas dengan pengawalan aparat di jalur rawan.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Layanan informasi dan pengaduan dapat diakses melalui Contact Center Pertamina 135 yang siaga 24 jam selama Satgas Nataru.(*)
Editor : Hendra Efison