Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

RSUP M Djamil Padang Tangani Intensif Remaja Pesisir Selatan dengan Tumor Ganas Tulang Belakang

Adetio Purtama • Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:10 WIB

Pasien remaja penderita tumor ganas, Klaudia Despita, menjalani perawatan intensif di RSUP Dr M Djamil Padang.
Pasien remaja penderita tumor ganas, Klaudia Despita, menjalani perawatan intensif di RSUP Dr M Djamil Padang.
PADEK.JAWAPOS.COM—RSUP Dr. M. Djamil Padang memberikan penanganan intensif terhadap Klaudia Despita,19, remaja putri asal Kabupaten Pesisir Selatan yang tengah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit berat yang dideritanya.

Hingga Kamis (15/1), Klaudia telah memasuki hari ke-19 masa perawatan sejak pertama kali dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil pada 29 Desember lalu dan dirawat di High Care Unit (HCU) Penyakit Dalam.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas menjelaskan, kondisi pasien saat tiba di rumah sakit tergolong memprihatinkan. Klaudia mengalami luka terbuka di area bokong kiri dan kanan yang telah berlangsung sekitar satu bulan akibat tirah baring berkepanjangan selama kurang lebih tiga bulan.

“Ketidakmampuan pasien untuk bergerak disebabkan oleh tumor ganas pada tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan pada kedua tungkai bawah,” ujar Dovy, Kamis (15/1).

Menyikapi kondisi tersebut, manajemen RSUP Dr. M. Djamil segera membentuk tim multidisiplin yang melibatkan berbagai dokter subspesialis, antara lain onkologi, ortopedi, bedah plastik, rehabilitasi medik, gizi klinik, radio-onkologi, anestesi, serta tim perawatan paliatif.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspek kesehatan pasien, baik fisik maupun psikologis, tertangani secara optimal sesuai standar keselamatan pasien.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, tim medis mendiagnosis Klaudia mengalami multiple ulkus dekubitus atau luka tekan berat yang membentuk lubang di area tulang duduk (sakrum), paha kiri dan kanan, serta tumit kiri. Kondisi tersebut merupakan dampak dari penyakit dasar yang diderita pasien, yakni epithelioid angiosarkoma.

“Epithelioid angiosarkoma merupakan tumor ganas pembuluh darah yang menyerang medula spinalis atau sumsum tulang belakang dengan prognosis yang kurang baik. Kondisi ini menyebabkan defisit neurologis berat sehingga mobilisasi pasien sangat terbatas dan risiko luka baru tetap tinggi,” jelas Dovy.

Selama hampir tiga pekan perawatan, tim medis telah melakukan berbagai tindakan operatif dan non-operatif. Dokter subspesialis bedah plastik, dr. Fory Fortuna, Sp.BP-RE, memimpin tiga kali tindakan operasi, termasuk operasi ketiga pada 14 Januari berupa debridement ekstensif pada kedua paha yang dilakukan bersama dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT (K) Spine dari tim bedah ortopedi.

Selain penanganan luka, fokus utama perawatan juga diarahkan pada pengendalian tumor tulang belakang melalui prosedur radioterapi yang dipimpin dr. Rika Ruhama, Sp.Onk.Rad. Hingga saat ini, Klaudia telah menjalani delapan kali sesi penyinaran dari total 18 sesi yang direncanakan.

“Jika massa tumor berhasil mengecil sesuai target, akan dilakukan evaluasi lanjutan untuk mempertimbangkan tindakan pengangkatan tumor di area medula spinalis,” katanya.

Aspek rehabilitasi dan nutrisi juga menjadi perhatian penting. Di bawah bimbingan dr. Rini Agustin, Sp.KFR NM (K), pasien terus mendapatkan pendampingan rehabilitasi meski masih terkendala nyeri tulang.

Sementara itu, kebutuhan gizi dipantau ketat oleh dr. Dewi Susanti Febri, M.Biomed, Sp.GK (K) untuk mengatasi anemia, hipoalbuminemia, dan malnutrisi yang dialami pasien.

Dukungan psikologis dan perawatan paliatif turut diberikan oleh Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K.Psi, M.Kes, FINASIM guna menjaga kualitas hidup dan kondisi mental pasien selama menjalani perawatan jangka panjang.

Lebih lanjut Dovy menegaskan seluruh tindakan medis dilakukan sesuai indikasi klinis dan standar pelayanan medis tertinggi. Namun, mengingat jenis keganasan dan kondisi imobilisasi berat yang dialami pasien, proses penyembuhan memiliki keterbatasan alami.

“Secara medis, luka kemungkinan masih memerlukan perawatan harian berkelanjutan, dan peluang pasien untuk dapat berjalan kembali seperti semula dinilai sangat kecil,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, RSUP Dr. M. Djamil berencana menggelar pertemuan dengan keluarga pasien (family meeting) guna memberikan penjelasan menyeluruh terkait kondisi terkini, rencana perawatan jangka panjang, serta target pengobatan ke depan.

“Kami berharap melalui komunikasi yang transparan, keluarga dapat memahami dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental terhadap seluruh proses perawatan yang sedang dan akan dijalani pasien,” tutup Dovy. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#tumor ganas tulang belakang #rsup m djamil padang #remaja #pesisir selatan