BMKG meminta nelayan dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Selasa (20/1/2026), kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat diprakirakan didominasi berawan pekat hingga hujan ringan.
Pada periode 21 hingga 23 Januari pagi, hujan ringan diperkirakan terjadi di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai.
Angin umumnya bertiup dari arah Barat Laut hingga Barat dengan kecepatan 2–12 knots, sementara ancaman utama berasal dari ketinggian gelombang laut.
BMKG mencatat pada 21 hingga 22 Januari 2026, potensi gelombang setinggi 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, serta perairan timur Siberut dan Pagai.
Kondisi gelombang lebih tinggi diprakirakan terjadi di perairan Timur Sipora, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai dengan ketinggian gelombang mencapai 4 meter.
Memasuki periode 23 hingga 24 Januari 2026, kecepatan angin diprediksi meningkat di sejumlah wilayah perairan.
“Potensi angin kencang mencapai 15 knots atau lebih di wilayah perairan Barat Pagai harus diantisipasi,” kata Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
BMKG menyebutkan meskipun secara umum gelombang mulai menurun ke kategori rendah hingga sedang, gelombang setinggi 2,5 meter masih berpotensi terjadi di hampir seluruh perairan Kepulauan Mentawai dan pesisir daratan Sumatera Barat.
Selain itu, BMKG memprakirakan pasang air laut pada 21 Januari 2026 terjadi pada pukul 07.00–09.00 WIB dan 19.00–22.00 WIB.
Sementara surut air laut diperkirakan terjadi pada pukul 01.00–04.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB.(CC1)
Editor : Hendra Efison