Langkah yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi (PE), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemeriksaan warga, hingga gotong royong bersama di daerah yang terindikasi kasus DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengatakan setiap laporan warga yang diduga terjangkit DBD langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi dan PSN sebagai langkah awal pengendalian penyakit.
”Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami demam. PSN juga sudah dilaksanakan dua kali, yakni pada 10 dan 17 Januari 2026, di lokasi yang terindikasi kasus DBD,” ujar Gina Alecia, Selasa (27/1).
Ia menjelaskan, PSN merupakan langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD karena mampu membunuh jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.
”Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak mati. Karena itu, PSN menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD,” katanya.
Selain PSN, Dinas Kesehatan juga melaksanakan gotong royong bersama puskesmas, pemerintah nagari, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan serta memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Untuk pengendalian tambahan, pihaknya menjadwalkan kegiatan fogging dalam satu hingga dua hari ke depan bersama pemerintah nagari di Koto Gunung Sayur Maincat, Kecamatan Lembah Melintang.
”Kami berharap fogging ini dapat menekan populasi nyamuk dewasa di wilayah tersebut,” tambahnya.
Gina Alecia mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah meluasnya kasus DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pasbar, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 58 kasus DBD di seluruh wilayah kabupaten itu. Dari jumlah tersebut, Puskesmas Ranah Salido melaporkan sebanyak 14 kasus.
”Saat ini masih terdapat tiga pasien yang menjalani perawatan, satu orang dirawat di Rumah Sakit Yarsi dan dua orang di Rumah Sakit Umum Daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, seseorang dinyatakan positif DBD harus melalui pemeriksaan penunjang berupa tes darah, termasuk trombosit dan hematokrit. Dinas Kesehatan memastikan upaya penyelidikan epidemiologi dan pemberantasan sarang nyamuk akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas. Upaya tambahan meliputi penggunaan obat nyamuk, pemasangan kasa pada ventilasi, memelihara ikan pemakan jentik, serta menanam tanaman pengusir nyamuk. (*)
Editor : Eri Mardinal