Anggaran tersebut merupakan bagian dari total sekitar Rp40 miliar di tingkat kecamatan yang dialokasikan ke setiap RT di seluruh kelurahan dan difokuskan untuk kebutuhan dasar masyarakat.
Hendri menegaskan, dana tersebut harus benar-benar digunakan untuk penanganan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga secara langsung.
“Mulai dari perbaikan irigasi, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga penyediaan lahan budi daya ikan atau usaha lainnya. Bahkan, setiap rumah bisa disediakan polibag untuk menanam cabai,” ujar Hendri Arnis.
Fokus Ketahanan Kota dan Pemulihan Pascabencana
Dalam kesempatan itu, Hendri juga menyampaikan bahwa pagu anggaran tahun 2027 akan diarahkan pada ketahanan kota, pemulihan pascabencana, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi warga.
Ia menyebutkan, pemerintah kota telah melakukan pendataan terhadap seluruh jalan yang mengalami kerusakan serta masyarakat yang terdampak bencana.
“Khusus pascabencana, kami telah mendata seluruh jalan yang rusak serta masyarakat terdampak. Ini akan kita perbaiki dan kerjakan secepatnya,” katanya.
Menurut Hendri, percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali normal.
Pengelolaan Sampah dan Peran Aktif RT
Wali Kota juga menyoroti persoalan sampah dan meminta setiap RT mengelola sampah secara mandiri di wilayahnya masing-masing.
Sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi kompos yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
“Semua ini bisa kita kerjakan dengan kemauan bersama. Banyak peluang usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Hendri.
Ia meminta lurah, camat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengawal pelaksanaan program tersebut agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Selain itu, Hendri mengingatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin beriklan di videotron milik Dinas Komunikasi dan Informatika agar langsung berkoordinasi dengan Kominfo.
Usulan Prioritas Kelurahan Balai-Balai
Sementara itu, Lurah Balai-Balai Tedryon saat Musrenbang, Kamis (5/2/2026), menyampaikan hasil Musrenbang Kelurahan Balai-Balai yang menghasilkan enam usulan prioritas.
Usulan tersebut terdiri dari lima usulan fisik dan satu usulan sosial budaya yang dinilai mendesak bagi pelayanan masyarakat.
“Usulan fisik antara lain pergantian atap kantor lurah, pengadaan layar infokus, pengadaan sarana dan prasarana kematian, pembuatan drainase sawah, serta pelatihan kader posyandu,” jelas Tedryon.
Usulan-usulan tersebut akan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan kota dan kemampuan anggaran yang tersedia. (*)
Editor : Hendra Efison