Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama rentang waktu tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan bahwa terdapat potensi gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat.
Potensi ini tersebar di beberapa titik strategis yang menjadi jalur aktivitas pelayaran dan perikanan.
Pada periode 24 Februari pukul 07.00 WIB hingga 25 Februari pukul 06.00 WIB, cuaca diprediksi bervariasi dari cerah berawan hingga hujan petir. Hujan petir berpotensi terjadi di wilayah perairan Timur dan Barat Pagai.
Gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di Pesisir Selatan, Timur dan Barat Siberut, Timur dan Barat Sipora, serta Timur dan Barat Pagai. Angin bertiup dari arah Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan 6–13 knots.
Memasuki periode 25 Februari hingga 26 Februari pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca cenderung berawan hingga hujan ringan. Potensi kabut diperkirakan muncul di perairan Agam – Pasaman Barat yang dapat memengaruhi jarak pandang pelayaran.
Pada periode ini, wilayah dengan potensi gelombang 2,5 meter meluas ke perairan Agam – Pasaman Barat serta Padang – Padangpariaman. Kecepatan angin terpantau berkisar 7–12 knots dari arah Barat Laut hingga Utara.
Selanjutnya, pada 26 Februari hingga 27 Februari 2026, cuaca diperkirakan berawan hingga hujan petir, terutama di wilayah perairan Agam – Pasaman Barat. BMKG juga mencatat potensi angin kencang mencapai 15 knots atau lebih di perairan Barat Pagai.
Ketinggian gelombang 2,5 meter masih diprediksi bertahan di perairan Agam – Pasaman Barat, Padang – Padangpariaman, Pesisir Selatan, serta kawasan kepulauan Siberut, Sipora, dan Pagai. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi oleh nelayan dan operator transportasi laut.
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG juga merilis prediksi pasang surut air laut untuk 24 Februari 2026. Air pasang diperkirakan terjadi pada pukul 09.00–12.00 WIB dan 22.00–24.00 WIB, sedangkan air surut pada pukul 16.00–18.00 WIB serta 03.00–05.00 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku sektor maritim untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi maritim BMKG.
Pemantauan berkala dinilai penting untuk memastikan keselamatan pelayaran di tengah potensi gelombang tinggi dan perubahan cuaca yang dinamis.(*)
Editor : Hendra Efison