RANAH MINANG—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang mencatat 35 aktivitas gempabumi di wilayah Sumatera Barat selama periode 27 Maret hingga 3 April 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan aktivitas gempa tersebut dipicu oleh pergerakan lempeng di zona subduksi serta aktivitas sesar Sumatera.
“Mayoritas gempa berkekuatan kecil dan tidak dirasakan. Namun, ini tetap menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di wilayah kita terus berlangsung,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Dominasi Gempa Magnitudo Kecil
Berdasarkan data BMKG, dari total 35 kejadian, sebanyak 20 gempabumi memiliki magnitudo di bawah 3. Sementara itu, 15 kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5.
Baca Juga: Limpiang Khas Minangkabau Bertahan, Rosni Produksi Sejak 1991
Tidak terdapat gempa dengan magnitudo di atas 5 selama periode tersebut. BMKG mencatat magnitudo terbesar mencapai 4,4, sedangkan magnitudo terkecil berada pada angka 1,2.
Mayoritas Gempa Dangkal
Dari sisi kedalaman, sebagian besar gempa yang terjadi termasuk kategori dangkal. Tercatat 28 kejadian memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Sementara itu, tujuh kejadian lainnya merupakan gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. Kedalaman maksimum tercatat 138 kilometer, sedangkan kedalaman minimum berada pada 2 kilometer.
Imbauan Kesiapsiagaan
Baca Juga: Nelayan Purus Padang Tertekan, Cuaca Buruk dan Hasil Tangkapan Turun
Meski tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat selama periode tersebut, BMKG tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Suaidi menekankan pentingnya masyarakat memahami informasi resmi terkait kebencanaan sebagai langkah awal kesiapsiagaan.
“Kesiapsiagaan dimulai dari informasi yang benar. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi BMKG,” katanya.
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah Sumatera Barat masih terus berlangsung, meskipun sebagian besar gempa tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison