RADEN SALEH—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang, khususnya ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin, melalui rapat pendahuluan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026).
Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Dedy Gunawan, serta Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro.
Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap percepatan proyek yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Karena ini merupakan Proyek Strategis Nasional, tentu kita di daerah harus memberikan dukungan penuh. Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas,” ujarnya.
Baca Juga: OJK: Pajak Kripto Tembus Rp1,96 T, Pengguna Terus Bertambah
Sinkronisasi dan Solusi Kendala
Mahyeldi menyampaikan, pembangunan ruas Sicincin–Padang Panjang–Bukittinggi telah direncanakan sejak 2024.
Rapat tersebut menjadi momentum untuk menyamakan langkah sekaligus mencari solusi atas kendala di lapangan.
“Dalam setiap pekerjaan pasti ada tantangan. Namun dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat dicarikan jalan keluar,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar proyek berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran jalan tol akan mempermudah akses transportasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Pertamina Apresiasi Polda Sumbar Ungkap Kasus Oplosan LPG Subsidi di Padang
Tekankan Kolaborasi dan Integritas
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin menegaskan kolaborasi harus diwujudkan dalam kerja nyata.
“Kita ingin kolaborasi ini berjalan di lapangan, bukan hanya di atas kertas. Tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat percepatan pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar proyek dijalankan dengan prinsip tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, dan tepat kualitas.
Selain itu, Muhibuddin menekankan pentingnya menjaga integritas seluruh pihak yang terlibat.
Perhatikan Pembebasan Lahan
Muhibuddin meminta perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi perhatian, khususnya dalam proses pembebasan lahan.
Baca Juga: Pemko Padang–Pemprov Sumbar Teken Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Pemerintah daerah diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat adat dan nagari.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan hak masyarakat. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Tahapan Teknis dan Persiapan
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Dedy Gunawan menjelaskan, proyek Tol Padang–Pekanbaru telah direncanakan sejak 2005 sebagai bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera.
Sejumlah ruas, seperti Pekanbaru–Bangkinang, telah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan.
Untuk ruas Bukittinggi–Sicincin, PT Hutama Karya tengah menyiapkan studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), serta proses pembebasan lahan.
Baca Juga: Budidaya Melon Hidroponik Program Wakaf Ar Risalah-BI Sumbar jadi Agroeduwisata
Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro menegaskan percepatan proyek menjadi krusial.
Ia menyebut penundaan berpotensi meningkatkan biaya dan mengurangi manfaat bagi masyarakat.
Seluruh pihak diminta menetapkan penanggung jawab serta menyusun timeline yang jelas agar proyek dapat diselesaikan sesuai target.(*)
Editor : Hendra Efison