PADANG —Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Sumatera Barat yang menunjukkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah pada Senin (20/4/2026).
Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung dari siang hingga malam hari.
Sejumlah daerah seperti Kota Padang, Bukittinggi, dan Padang Panjang diprediksi mengalami hujan disertai petir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca tersebut.
Baca Juga: Rehabilitasi 102 Ha Sawah di Gunung Sarik: Wali Kota Padang Tinjau Progres Pemulihan Pascabanjir
Suhu Dingin dan Kelembapan Tinggi di Sejumlah Wilayah
Dalam rilis prakiraan cuaca, BMKG mencatat suhu terendah terjadi di kawasan pegunungan Bukittinggi yang mencapai 18 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara di Padang Panjang diperkirakan mencapai 99 persen.
Kondisi ini menunjukkan tingkat kelembapan yang sangat tinggi di beberapa wilayah Sumatera Barat pada periode prakiraan tersebut.
Di sisi lain, wilayah pesisir seperti Pariaman dan Payakumbuh diprediksi hanya mengalami hujan ringan dengan suhu yang relatif lebih hangat dibanding daerah pegunungan.
Baca Juga: IHSG Pekan Ini Masih Fluktuatif, Bayang-Bayang Geopolitik Tekan Pasar
Daftar Prakiraan Cuaca Kota/Kabupaten Sumbar
BMKG merinci kondisi cuaca di sejumlah daerah di Sumatera Barat sebagai berikut:
-
Kota Padang: Hujan petir (22–27 °C), kelembapan 73–97 persen
-
Kota Bukittinggi: Hujan petir (18–23 °C), kelembapan 80–97 persen
-
Kota Padang Panjang: Hujan petir (19–24 °C), kelembapan 79–99 persen
-
Kota Solok: Hujan ringan (21–25 °C), kelembapan 78–96 persen
-
Kota Sawahlunto: Hujan ringan (22–28 °C), kelembapan 73–98 persen
-
Kota Payakumbuh: Hujan ringan (21–26 °C), kelembapan 76–97 persen
-
Kota Pariaman: Hujan ringan (24–30 °C), kelembapan 72–97 persen
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir genangan serta pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang.
Warga juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.(*)
Editor : Hendra Efison