Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wijdan Adam Mondale Siswa SMPN 1 Padang Raih Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026

Randi Zulfahli • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB
Wijdan Adam Mondale siswa SMPN 1 Padang meraih Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026 dan berpeluang melaju ke tingkat internasional.
Wijdan Adam Mondale siswa SMPN 1 Padang meraih Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026 dan berpeluang melaju ke tingkat internasional.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM– Wijdan Adam Mondale, siswa kelas IX E SMPN 1 Padang, sukses meraih Juara I pada Kompetisi Roket Air Regional Sumatera Barat 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Imam Bonjol, Kota Padang, Sabtu (16/5/2026). Prestasi tersebut mengantarkan pelajar muda itu menjadi salah satu wakil Sumbar yang dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Kompetisi yang diselenggarakan Labiaba Indonesia itu diikuti sebanyak 71 peserta dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA negeri dan swasta.

Selain membawa pulang trofi kemenangan, Wijdan juga menerima uang pembinaan sebesar Rp700 ribu atas keberhasilannya menjadi peserta terbaik dalam ajang berbasis STEM tersebut.

Ajang roket air regional itu menjadi wadah pengembangan kemampuan sains dan teknologi pelajar melalui penerapan ilmu fisika, teknik, dan kreativitas.

Baca Juga: Diskusi Dewan Pers Bahas Homeless Media dan Masa Depan Pers di Era AI

Peserta dituntut mampu merancang roket air dengan tingkat akurasi tinggi agar dapat mencapai target yang telah ditentukan panitia.

Wakil Kepala SMPN 1 Padang Bidang Kesiswaan, Erwan Effendi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara sekolah, pembimbing, dan orangtua dalam mendukung pengembangan bakat siswa.

“Sekolah selalu memberikan ruang bagi siswa yang ingin mengejar prestasi. Dukungan penuh kami berikan agar potensi mereka berkembang sesuai bidang yang diminati,” ujar Erwan Effendi, Rabu (20/5/2026).

Pembinaan Sejak Kelas VII

Keberhasilan Wijdan disebut bukan prestasi yang datang secara instan. Pembimbing siswa sekaligus Kepala Laboratorium IPA SMPN 1 Padang, Zuraida, mengungkapkan bakat Wijdan telah terlihat sejak duduk di bangku kelas VII.

Baca Juga: Sampah Organik Bisa Jadi Peluang Usaha, Santri di Sumbar Diajari Budidaya Maggot

Menurutnya, Wijdan sebelumnya pernah menorehkan prestasi nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 dengan meraih Juara III dan medali perunggu. Setelah itu, sekolah mulai mengarahkan pengembangan kemampuannya ke bidang roket air.

“Adam sudah menunjukkan kemampuan luar biasa sejak awal. Setelah OPSI, kami melihat potensinya cocok dikembangkan pada kompetisi roket air,” kata Zuraida.

Ia menjelaskan, kompetisi roket air bukan sekadar perlombaan biasa, tetapi membutuhkan pemahaman sains yang kuat.

Peserta harus memperhitungkan tekanan udara, berat roket, arah peluncuran, hingga teknik pengolahan agar roket dapat meluncur stabil menuju sasaran.

Baca Juga: PT Semen Padang, Unand, dan DLH Sumbar Latih Pesantren Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi dengan Maggot

“Di dalamnya ada perpaduan ilmu fisika, teknik, dan kreativitas. Anak-anak belajar bagaimana teori sains diterapkan secara nyata,” jelasnya.

Zuraida menambahkan, motivasi menjadi faktor penting dalam proses pembinaan siswa berprestasi. Menurutnya, dukungan moral yang konsisten membuat siswa lebih percaya diri menghadapi persaingan.

“Kalau anak sudah punya kemampuan, tugas kita memberi motivasi agar dia yakin bisa menjadi juara,” ujarnya.

Bidik Tingkat Nasional hingga Internasional

Prestasi di tingkat regional membuka peluang besar bagi Wijdan untuk melanjutkan kompetisi ke level nasional yang direncanakan berlangsung di Malang.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tikungan Jalan Sumbar-Riau, Delapan Penumpang APV Luka-luka

Jika berhasil meraih hasil terbaik, ia berkesempatan tampil di tingkat Asia Tenggara di Malaysia hingga melaju ke Jepang.

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari sistem berjenjang yang dimulai dari tingkat daerah, regional, nasional, hingga internasional.

Labiaba Indonesia sendiri diketahui telah berinteraksi dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam pengembangan kompetisi pelajar berbasis STEM.

Zuraida berharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan pengembangan sains seperti ini semakin meningkat.

Baca Juga: 65 Siswa ICBS Payakumbuh Lolos ke Universitas Al-Azhar Mesir, Terbanyak di Sumbar

Selama ini, pembinaan dan persiapan lomba masih banyak dilakukan secara mandiri melalui kolaborasi sekolah dan orangtua siswa.

“Ajang ini sangat penting karena bisa menjadi jalan bagi siswa untuk meraih prestasi lebih tinggi. Bahkan prestasi nasional dapat menjadi nilai tambah saat masuk SMA maupun perguruan tinggi,” tuturnya.

Saat ini, Wijdan masih menjalani masa akhir sebagai siswa kelas IX SMPN 1 Padang. Namun, sekolah optimistis persiapan yang lebih intensif setelah ujian sekolah akan membuat peluang menuju level internasional semakin terbuka.

SMPN 1 Padang sendiri dikenal aktif melahirkan siswa berprestasi dalam berbagai kompetisi seperti FLS3N, OSN, OPSI, hingga lomba literasi dan seni tingkat nasional.

“Jangan pernah berhenti berprestasi. Apapun kemampuan yang dimiliki, terus dikembangkan untuk hal-hal positif,” pesan Zuraida kepada seluruh siswa.(*)

Editor : Hendra Efison
#Prestasi Siswa Padang #Wijdan Adam Mondale #Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026 #Labiaba Indonesia #SMPN 1 Padang