PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di tujuh kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (28/5/2026) didominasi hujan ringan.
Berdasarkan data BMKG, sejumlah wilayah seperti Kota Padang, Solok, Padangpanjang, dan Bukittinggi diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu udara yang relatif sejuk hingga hangat.
Sementara itu, cuaca di Kota Sawahlunto diperkirakan berawan sepanjang hari. Adapun Kota Payakumbuh dan Pariaman diprediksi mengalami kondisi udara kabur.
Baca Juga: Gelap Sumatera dan Rapuhnya Jaringan Energi
Untuk Kota Padang, BMKG memprakirakan hujan ringan dengan suhu berkisar 21 hingga 28 derajat Celcius serta kelembapan udara antara 71 sampai 94 persen.
Di Kota Solok, cuaca juga diprediksi hujan ringan dengan suhu udara 20 hingga 28 derajat Celcius dan kelembapan udara mencapai 66 sampai 96 persen.
Kota Sawahlunto diperkirakan berawan dengan suhu udara berkisar 23 hingga 31 derajat Celcius. Tingkat kelembapan udara berada pada rentang 61 hingga 93 persen.
Baca Juga: Viralitas dan Penghukuman Digital
Sementara itu, Kota Padangpanjang diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu udara 19 hingga 25 derajat Celcius dan kelembapan udara cukup tinggi, yakni 74 sampai 99 persen.
Cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Bukittinggi. BMKG mencatat suhu udara di wilayah tersebut berkisar 18 hingga 24 derajat Celcius dengan kelembapan udara 70 sampai 99 persen.
Untuk Kota Payakumbuh, kondisi udara kabur diprediksi terjadi dengan suhu udara antara 20 hingga 29 derajat Celcius dan kelembapan udara 65 sampai 96 persen.
Sedangkan Kota Pariaman diperkirakan mengalami udara kabur dengan suhu udara berkisar 25 hingga 30 derajat Celcius dan kelembapan udara 71 sampai 95 persen.
BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca tersebut merupakan hasil analisis teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP). Karena itu, kondisi cuaca di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung berbagai faktor atmosfer yang berkembang. (cr8)
Editor : Adetio Purtama