Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Sawit Dharmasraya Update 1 Juli: PT AWB Masih Tertinggi, Brondolan Naik Rp100 per Kg

Hendra Efison • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:56 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit 1 Juli 2026. (Sumber: Dinas Pertanian Dharmasraya)
Harga TBS Kelapa Sawit 1 Juli 2026. (Sumber: Dinas Pertanian Dharmasraya)

PADEK.JAWAPOS.COM—Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya pada awal Juli 2026 terpantau relatif stabil dibandingkan kondisi pada 10 Juni 2026. Meski terjadi penyesuaian di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS), rata-rata harga hanya bergeser tipis.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, harga rata-rata TBS pada 1 Juli 2026 tercatat Rp3.383 per kilogram, hanya turun Rp1 dibandingkan 10 Juni 2026 yang berada di angka Rp3.384 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mengatakan fluktuasi harga TBS merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi dinamika harga minyak sawit mentah (CPO) dan permintaan pasar dari masing-masing perusahaan pengolahan.

"Pergerakan harga TBS setiap hari dipengaruhi berbagai faktor, baik harga CPO maupun kondisi pasar. Meski ada penyesuaian di beberapa PKS, secara umum harga TBS di Dharmasraya masih berada pada level yang cukup baik dan relatif stabil," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya.

Harga Tertinggi Turun, Brondolan Justru Naik

Data Dinas Pertanian menunjukkan harga tertinggi TBS pada 10 Juni mencapai Rp3.855 per kilogram di PT AWB. Sementara pada 1 Juli, harga tertinggi masih berasal dari perusahaan yang sama, namun turun menjadi Rp3.754 per kilogram atau terkoreksi Rp101 per kilogram.

Di sisi lain, harga terendah juga mengalami penyesuaian. Jika pada 10 Juni harga terendah tercatat Rp3.250 per kilogram di PT DSL, maka pada 1 Juli menjadi Rp3.225 per kilogram di PT Incasi Pangian.

Meski demikian, harga brondolan menunjukkan tren berbeda. Komoditas tersebut naik dari Rp3.600 per kilogram menjadi Rp3.700 per kilogram, atau bertambah Rp100 per kilogram dibandingkan pertengahan Juni.

Selain itu, selisih harga antara PKS tertinggi dan terendah juga menyempit dari Rp605 per kilogram menjadi Rp529 per kilogram, menandakan disparitas harga antarpabrik mulai berkurang.

Sejumlah PKS Lakukan Penyesuaian Harga

Perubahan harga juga terjadi di sejumlah PKS yang beroperasi di Dharmasraya. PT HKI dan PT DL menaikkan harga pembelian TBS dari Rp3.350 menjadi Rp3.390 per kilogram.

PT DSL juga menaikkan harga dari Rp3.250 menjadi Rp3.380 per kilogram, sedangkan PT SMP turun tipis dari Rp3.305 menjadi Rp3.290 per kilogram.

Harga di PT Sak Timpeh ikut terkoreksi dari Rp3.275 menjadi Rp3.255 per kilogram, sementara PT Incasi Pangian turun dari Rp3.275 menjadi Rp3.225 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian berharap kondisi harga yang relatif stabil dapat memberikan kepastian bagi petani sawit di Dharmasraya. Ia juga mengimbau petani terus menjaga kualitas buah yang dipanen agar memperoleh harga terbaik dari perusahaan pembeli.

"Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga TBS setiap hari sebagai bentuk pelayanan informasi kepada petani. Kami berharap harga tetap kompetitif sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat," katanya.(*)

Perbandingan Harga TBS Dharmasraya

Indikator 10 Juni 2026 1 Juli 2026 Perubahan
Harga tertinggi Rp3.855/kg Rp3.754/kg Turun Rp101
Harga terendah Rp3.250/kg Rp3.225/kg Turun Rp25
Harga rata-rata Rp3.384/kg Rp3.383/kg Turun Rp1
Harga brondolan Rp3.600/kg Rp3.700/kg Naik Rp100
Selisih harga Rp605/kg Rp529/kg Turun Rp76

 

Editor : Hendra Efison
#harga TBS Dharmasraya #harga sawit Dharmasraya Juli 2026 #harga kelapa sawit Sumbar #TBS kelapa sawit Dharmasraya #Dinas Pertanian Dharmasraya