Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Walking Tour Sejarah Padang Handelskade Hidupkan Kembali Jejak Kota Tua, Lokalis Siapkan Rute Baru ke Kampung Jao

Hendra Efison • Senin, 6 Juli 2026 | 17:30 WIB

 

Peserta walking tour sejarah yang digagas Komunitas Lokalis menyusuri kawasan Handelskade di Kota Tua Padang, Sabtu (4/7/2026), untuk mengenal jejak perdagangan dan sejarah kolonial di sepanjang Batang Arau.
Peserta walking tour sejarah yang digagas Komunitas Lokalis menyusuri kawasan Handelskade di Kota Tua Padang, Sabtu (4/7/2026), untuk mengenal jejak perdagangan dan sejarah kolonial di sepanjang Batang Arau.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Bangunan-bangunan tua yang berdiri di sepanjang tepian Batang Arau kembali menjadi ruang belajar sejarah. Melalui kegiatan walking tour bertajuk "Padang Handelskade: Jejak Kejayaan Padang di Bawah Tangan Besi Belanda", komunitas sejarah Lokalis mengajak masyarakat mengenal kembali kisah lahirnya kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan paling penting di pesisir barat Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) itu diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan.

Mereka menyusuri kawasan Padang Lama atau Kota Tua Padang sambil mendengarkan penjelasan mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri di sepanjang Jalan Batang Arau.

Bagi sebagian peserta, perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertama memahami sejarah kota yang selama ini hanya mereka lewati setiap hari.

Setiap pemberhentian menghadirkan kisah berbeda, mulai dari aktivitas perdagangan, perkembangan kota, hingga jejak pemerintahan kolonial Belanda.

Perwakilan tim Lokalis mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali narasi sejarah yang mulai terlupakan.

Kawasan Muaro dipilih sebagai titik awal karena menjadi salah satu lokasi paling penting dalam perjalanan panjang Kota Padang.

"Program walking tour sejarah ini diadakan dalam upaya menghidupkan kembali cerita-cerita sejarah yang ada di sekitar kita, dimulai dari kawasan Muaro, titik awal Padang Lama," ujar Ghivatul Aulia Putra, perwakilan Lokalis, Senin (6/7/2026).

Menyusuri Handelskade, Saksi Kejayaan Perdagangan Padang

Dalam sejarahnya, Handelskade merupakan istilah Belanda yang berarti dermaga perdagangan. Nama itu pernah digunakan untuk kawasan di sepanjang Batang Arau yang menjadi pusat aktivitas ekonomi kolonial.

Di kawasan inilah perusahaan dagang, gudang penyimpanan komoditas, kantor pemerintahan, hingga agen perdagangan berdiri berdampingan. Dari pelabuhan inilah hasil bumi Sumatera dikirim ke berbagai wilayah, termasuk ke Eropa.

Meski fungsi sebagian bangunan telah berubah, jejak arsitektur kolonial masih terlihat jelas. Lokalis memanfaatkan setiap bangunan sebagai media bercerita agar peserta memahami bahwa Kota Padang memiliki warisan sejarah yang jauh lebih besar dibanding sekadar deretan bangunan tua.

Padang Lama sendiri menyimpan perjalanan panjang sejak abad ke-15. Kawasan yang semula merupakan kampung nelayan kemudian berkembang pesat setelah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membangun benteng dan loji perdagangan pada 1663.

Sejak saat itu, Padang tumbuh menjadi salah satu pusat perdagangan sekaligus basis militer Belanda di pantai barat Sumatera. Perkembangan tersebut membentuk wajah kota yang jejaknya masih dapat ditemukan hingga sekarang.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku selama ini tidak mengetahui cerita di balik bangunan-bangunan tua yang setiap hari dilihatnya.

"Banyak cerita yang menarik. Sebelum saya ikut acara walking tour ini, saya tidak terlalu tahu tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di Kota Tua Padang," katanya.

Lokalis Siapkan Rute Sejarah Kampung Jao

Lokalis memastikan kegiatan serupa tidak berhenti di kawasan Handelskade. Komunitas itu telah menyiapkan rute berikutnya yang akan mengangkat sejarah Kampung Jao atau kawasan yang kini dikenal sebagai Pasar Raya Padang.

Rute baru tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat Gastronomy City Padang 2026, yang tengah dikembangkan berbagai pihak untuk memperkuat identitas kota melalui sejarah dan kuliner.

Kampung Jao dipilih karena memiliki nilai historis yang besar dalam perkembangan perdagangan di Sumatera Barat. Pasar Raya Padang diketahui dibangun pada masa kolonial Belanda oleh Kapiten Tionghoa Lie Saay dan pernah menjadi pusat distribusi barang bagi wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Bengkulu.

Melalui rangkaian walking tour tersebut, Lokalis berharap masyarakat semakin dekat dengan sejarah kotanya sendiri. Menurut mereka, mengenal masa lalu bukan sekadar mengingat peristiwa, tetapi juga memahami bagaimana identitas Kota Padang terbentuk dan terus hidup hingga sekarang.

Komunitas itu juga ingin menjadikan ruang-ruang bersejarah sebagai destinasi edukatif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Dengan cara itu, kisah-kisah yang selama ini tersembunyi di balik bangunan tua diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Walking Tour Padang #Handelskade Batang Arau #Komunitas Lokalis #sejarah Kota Padang #kota tua padang