Wamenaker Targetkan 300 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi 2026, 982 Orang Ikuti Batch 3 di BPVP Padang

Hendra Efison • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:10 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 di BPVP Padang. Program ini diikuti 982 peserta dari Sumatera Barat dan Jambi sebagai bagian dari target 300 ribu peserta pelatihan vokasi nasional pada 2026.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 di BPVP Padang. Program ini diikuti 982 peserta dari Sumatera Barat dan Jambi sebagai bagian dari target 300 ribu peserta pelatihan vokasi nasional pada 2026.

PAUH, PADEK.JAWAPOS.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menargetkan 300 ribu peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Di Sumatera Barat, sebanyak 982 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 yang dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Jumat (24/7/2026).

Pelaksanaan pelatihan tersebut melibatkan peserta yang tersebar di BPVP Padang, Satuan Pelayanan (Satpel) Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) binaan di wilayah Sumatera Barat dan Jambi.

Saat membuka kegiatan tersebut, Afriansyah mengatakan pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi merupakan investasi untuk mencetak tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di tengah perubahan pasar kerja yang semakin cepat.

"Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri," ujarnya.

Menurutnya, target 300 ribu peserta pada 2026 merupakan bagian dari strategi Kemnaker untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan industri.

Pelatihan Juga Disiapkan bagi Korban PHK

Afriansyah mengatakan Kemnaker juga memberi perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

"Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri," katanya.

Ia menambahkan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Di Sumatera Barat, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, BPVP didorong terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan pelaku UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitas tenaga kerja.

BPVP Padang Buka 11 Program Pelatihan

Di BPVP Padang, sebanyak 85 peserta mengikuti pelatihan pada enam program, yakni barista, pengolahan makanan komersial, housekeeping, penggambaran modern 3D CAD, pengelasan Fillet Welder FCAW (Flux-Cored Arc Welding), dan tata rias pengantin.

Selanjutnya, mulai 27 Juli 2026, BPVP Padang akan membuka lima program pelatihan lainnya, yaitu pembuatan pakaian, petugas K3 konstruksi 1, petugas K3 konstruksi 2, perawatan dan perbaikan AC rumah tangga, serta juru ukur.

Menutup sambutannya, Afriansyah mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap dunia kerja. Menurutnya, peluang berkarier tidak hanya terbatas menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga terbuka luas di sektor swasta maupun melalui kewirausahaan.

"Jangan terpaku hanya pada satu pilihan karier. Yang terpenting adalah memiliki keterampilan sehingga peluang bekerja maupun berwirausaha semakin terbuka," tuturnya.(*)

Editor : Hendra Efison
pelatihan kerja Sumbar BPVP Padang kemnaker pelatihan vokasi nasional 2026 Wamenaker Afriansyah Noor