PADEK.JAWAPOS.COM -- Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sumbar (Bank Nagari) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan riset, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah di Sumbar.
Penandatanganan MoU berlangsung di Gedung Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang dan dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi. Dari pihak Bank Nagari, hadir Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Pemimpin Divisi Human Capital Oktra Firdaus, serta Pejabat Sementara (Pjs) Pemimpin Grup Diklat dan Business Partner Fadhli. Sementara dari Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang hadir Direktur Pascasarjana Prof Ahmad Wira MAg MSi PhD, didampingi Wakil Direktur Prof Dr Elfia MAg, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Dr Fitra Nelli SAg MAg, Sekretaris Program Studi Helmalia SE MM, Kepala Subbagian Tata Usaha Harbapi Indera SAg, serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan lainnya.
Fokus Kerja Sama: Riset, Pelatihan, dan Pendidikan Lanjutan
Ruang lingkup kerja sama yang tertuang dalam MoU tersebut mencakup dua poin utama. Pertama, penyelenggaraan penelitian, pelatihan, dan pengajaran bersama di bidang ekonomi syariah. Kedua, fasilitasi pengembangan sumber daya manusia Bank Nagari melalui jalur pendidikan formal, yakni Program Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) di lingkungan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.
Melalui skema ini, karyawan Bank Nagari yang memenuhi kualifikasi akan memiliki akses lebih terbuka untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktor, khususnya pada konsentrasi ekonomi syariah dan perbankan syariah.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, Prof Ahmad Wira, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan dunia akademik dengan industri perbankan syariah.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi benar-benar melahirkan riset-riset aplikatif yang bisa langsung dimanfaatkan oleh Bank Nagari dalam pengembangan produk dan layanan syariah. Kami juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi sumber daya manusia Bank Nagari untuk menempuh pendidikan magister dan doktor di kampus kami,” ujar Prof Ahmad Wira.
Ia menambahkan, Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang saat ini tercatat memiliki ratusan mahasiswa aktif di Program Magister Ekonomi Syariah, dengan tren peminat yang terus meningkat setiap tahunnya seiring pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Disambut Positif oleh Bank Nagari
Direktur Operasional PT Bank Nagari, Zilfa Efrizon, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UIN Imam Bonjol Padang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang syariah, seiring rencana penguatan lini bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari.
“Bank Nagari terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah secara mendalam, bukan hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari sisi keilmuan. Kerja sama dengan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang ini kami yakini akan mempercepat proses tersebut, sekaligus memperkuat posisi Bank Nagari sebagai bank daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera Barat,” kata Zilfa Efrizon.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Divisi Human Capital Bank Nagari, Oktra Firdaus, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan puluhan pegawai dapat mengikuti program pendidikan lanjutan melalui skema kerja sama ini dalam tiga tahun ke depan. Ia menilai penguatan kompetensi ini sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan berbasis syariah yang menurut data internal perusahaan meningkat rata-rata di atas 10 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak bagi Pengembangan Ekonomi Syariah di Sumbar
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung visi Sumbar sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah. Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Dr Fitra Nelli, mengatakan bahwa sinergi antara dunia perbankan dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan.
“Selama ini riset-riset ekonomi syariah yang dihasilkan kampus kerap belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan industri. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa dapat lebih kontekstual dan langsung memberi manfaat bagi pengembangan produk perbankan syariah di daerah,” ujar Fitra Nelli. (Rifka Abadi)
Editor : Adriyanto Syafril