Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Waspada Tikus dan Hantavirus

Redaksi • Jumat, 15 Mei 2026 | 07:16 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penularan penyakit mematikan disebabkan virus kini muncul lagi. Namanya hantavirus yang ditularkan melalui tikus.

Pada April hingga Mei 2026, hantavirus terdeteksi di atas kapal pesiar ekspedisi MV Hondius milik perusahaan Oceanwide Expeditions.

Sedikitnya tiga orang penumpang meninggal dan ratusan orang lainnya terjebak di tengah laut.

Di Indonesia, Kemenkes merilis, sepanjang tahun 2024 hingga 2026, ada 23 kasus terkonfirmasi positif hantavirus dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak tiga orang.

Puluhan kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Rinciannya, Jakarta dan Yogyakarta masing-masing mencatat enam kasus positif, Jawa Barat lima kasus, sementara Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur masing-masing satu kasus.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Sumbar menegaskan belum ada laporan kasus konfirmasi hantavirus di wilayah Sumbar per 13 Mei 2026.

Hantavirus sebenarnya bukanlah virus baru. Virus tersebut dikenal sebagai patogen yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, dan penyebarannya ke manusia biasanya terjadi melalui kontak dengan kotoran atau urine hewan tersebut.

Namun, kasus di MV Hondius menjadi perhatian khusus karena diduga melibatkan strain Andes, satu-satunya varian hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, meski dengan kemungkinan yang sangat kecil.

 Menurut penelitian, hantavirus galur andes belum pernah ditemui di Indonesia.

Mungkin hantavirus tidak “seberbahaya” virus Covid-19 yang sempat membuat dunia lumpuh. Banyak pasien meninggal.

Menyebabkan ekonomi kolaps dan sampai sekarang belum sepenuhnya pulih. Selain itu rumor yang beredar di media sosial bahwa virus sengaja “diciptakan” untuk tujuan tertentu cukup membingungkan publik.

Mempertanyakan kebenarannya. Namun tentu saja tidak ada jawaban pasti. Merebaknya hantavirus pun dikaitkan dengan isu semacam itu. Ya, sejak ada media sosial netizen bebas berpendapat. Tapi kebenarannya, wallahuallam!.

Meski begitu masyarakat tetap harus waspada. Apalagi dengan penyakit menular yang sebaran tergolong cepat dan masif. Jika virus Covid-19 berawal dari kelelawar, virus hanta dari tikus. Baik tikus rumah, tikus got maupun tikus sawah.

Tikus ini sebarannya merata di Indonesia. Apalagi di lingkungan yang kumuh, rumah bobrok dan kosong tempat tikus senang bersarang.

Tikus berkeliaran di rumah dan tanpa disadari kontak dengan bahan makanan atau makanan yang tidak ditutup. Jadi sangat rawan menularkan penyakit pada manusia.

Sejak dulu sudah berkembang informasi di tengah masyarakat, tikus menyebabkan sejumlah penyakit. Karena itu, harus berhati-hati supaya terhindar dari penyakit yang ditularkan tikus.

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan penting. Lingkungan yang bersih bisa menghindarkan kita dari berbagai penyakit. Dinas terkait harus terus mengedukasi masyarakat supaya hidup bersih dan sehat. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#virus tikus #kasus hantavirus Indonesia #penularan penyakit mematikan #Hantavirus