Bupati Tanahdatar Eka Putra menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dinas Pertanian serta dukungan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumbar.
“Alhamdulillah, bawang merah varietas Sumbu Marapi resmi milik Tanahdatar. Tentunya dengan hadirnya varietas ini menjadi pilihan bagi masyarakat petani tidak hanya Tanahdatar juga di luar Tanahdatar. Banyak keunggulan yang dimiliki varietas ini, diharapkan penghasilan petani juga semakin meningkat,” tutur bupati di Gedung Indo Jolito.
Varietas itu dapat tumbuh baik di dataran sedang dan produktivitas tinggi ditandai dengan umbinya muncul ke permukaan tanah bertingkat-tingkat serta umur berbunga dan umur panen lebih cepat.
“Menurut laporan, produktivitasnya lebih tinggi dibanding 3 varietas lain, Sumbu Marapi rata-rata 27 ton per hektare sementara yang lain berkisar 15 sampai 20 ton per hektare. Ini sangat menguntungkan bagi petani,” sampai bupati.
Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi menambahkan, usulan Bupati Tanahdatar untuk memperoleh tanda daftar varietas telah disetujui Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI Prof (Riset) Dr Ir Erizal Jamal, MSi.
“Dalam kesempatan itu kita juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim dari BPTP Sumbar dan BPSB Sumbar yang telah bekerjama dalam mendukung proses dan terus mengawasi serta membimbing dalam pelaksanaan kegiatan pelepasan Bawang Merah varietas Sumbu Marapi,” tukasnya.
Hal senada disampaikan Kabid Hortikultura Sri Mulyani. “Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak terutama tim peneliti, varietas Sumbu Marapi ini sudah terdaftar dan menjadi milik Tanahdatar dan bahkan sudah bisa diedarkan dan dipakai masyarakat petani di Tanahdatar,” ujarnya.
Diterangkan Sri Mulyani, bawang merah varietas Sumbu Marapi mempunyai keunggulan produktivitas yang lebih tinggi. “Umbi bawang merah varietas Sumbu Marapi ini muncul ke permukaan tanah dan bertingkat-tingkat dengan diameter umbi 1,7 sampai 2,5 mm, jumlah umbi per rumpun 15 sampai 25 umbi dengan berat per rumpun 130 sampai 180 gram dengan umur panen 73 sampai 75 hari setelah tanam,” terang Sri.
Sri Mulyani berharap dengan adanya varietas Sumbu Marapi ini, masyarakat Tanahdatar khususnya para petani bawang untuk memakai varietas asli Tanahdatar. “Tahun 2021 Pemerintah Daerah Tanahdatar telah mengembangkan bibit varietas Sumbu Marapi ini untuk 3 hektare lahan dimana hasilnya akan berkisar 25 sampai 30 ton per hektare, dan Insya Allah tahun 2022 akan kita tingkatkan menjadi 5 hektare,” ujarnya.
Saat ini, terang Sri Mulyani lagi, selepas diperoleh tanda daftar, sedang mengurus izin edar untuk Bawang Merah varietas Sumbu Marapi sehingga bisa dipakai oleh petani di Tanahdatar, Sumatera Barat atau daerah lain.
“Dengan telah diterbitkannya tanda daftar ini, di Sumbar ada 2 pilihan varietas yang bersertifikat atau berlabel, yakni varietas SS Sakato yang terlebih dahulu hadir dan varietas Sumbu Marapi. Semoga Varietas Sumbu Marapi bisa mengatasi kelangkaan bawang merah yang berlabel di Tanahdatar ataupun Sumbar,” katanya.
Terakhir Sri menyampaikan, bagi masyarakat petani yang ingin mendapatkan bibitnya dapat diperoleh di penangkar pada Kelompok Tani (Keltan) Borneo di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan dan Keltan Serona di Nagari Labuah Kecamatan Limakaum. (stg) Editor : Novitri Selvia